Berita Bekasi Nomor Satu

Terungkap! Begini Jalur Mobilisasi Pelajar Bekasi ke Jakarta untuk Aksi Rusuh

Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota merekonstruksi jalur mobilisasi sejumlah pelajar dari Bekasi menuju Jakarta. FOTO: POLRES

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota merekonstruksi jalur mobilisasi sejumlah pelajar dari Bekasi menuju Jakarta. Rekonstruksi ini merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan penggerakan pelajar melalui media sosial yang melibatkan F alias Batak (23). Ia sebelumnya ditangkap karena diduga menyebarkan ajakan mengikuti aksi yang mengarah pada kekerasan dan kerusahan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya menjelaskan, rekonstruksi melibatkan sejumlah pelajar yang sebelumnya diamankan saat mengikuti aksi demonstrasi di Jakarta. Kegiatan ini dilakukan untuk memperjelas rangkaian perjalanan para pelajar, mulai dari titik berkumpul hingga keberangkatan menuju Jakarta.

Rekonstruksi dilakukan di empat titik, yakni dua lokasi di kawasan Villa Indah Permai, Pasar Modern Harapan Indah, dan kawasan Patung Garuda. Berdasarkan adegan yang diperagakan, para pelajar berangkat menggunakan sepeda motor dari sekolah masing-masing. Mereka kemudian berkumpul dan memarkirkan kendaraan di Pasar Modern Harapan Indah.

Dari lokasi tersebut, para pelajar berjalan menuju kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) untuk menumpang truk tronton menuju Jakarta.

Sementara itu, sebagian lainnya melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor. Rangkaian ini menjadi bagian dari penelusuran polisi untuk mengungkap pola keberangkatan dan titik pertemuan kelompok pelajar.

BACA JUGA: Polres Metro Bekasi Kota Kembangkan Kasus Mobilisasi Pelajar untuk Aksi Rusuh, Tiga Orang Ditangkap

“Melalui rekonstruksi ini, kami mencocokkan keterangan para pihak dengan kondisi dan rangkaian kejadian di lapangan. Setiap tahapan perjalanan kami telusuri untuk memperjelas fakta serta menguji keterkaitannya dengan alat bukti yang telah diperoleh,” ujar Verdika, Jumat (16/10/2026)

Dalam penyidikan sebelumnya, polisi menemukan dugaan ajakan mobilisasi pelajar melalui grup Instagram “SMK Se-Bekasi Bersatu”. Grup tersebut turut membahas lokasi berkumpul dan rencana keberangkatan. Komunikasi itu menjadi salah satu bagian yang didalami untuk mengungkap peran F alias Batak serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam mengoordinasikan pergerakan pelajar.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap dijalankan sesuai hukum. Ia juga menekankan pentingnya mencegah pelajar terlibat dalam kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

“Menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara, tetapi tidak boleh disertai tindakan kekerasan. Jangan sampai para pelajar dimanfaatkan atau diarahkan pada kegiatan yang membahayakan keselamatan dan masa depan mereka,” ujarnya.

Ia mengajak orangtua, pihak sekolah, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial.

“Kami mengajak orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap aktivitas anak, termasuk dalam penggunaan media sosial,” ujar Putu. (oke)