RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sepuluh remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran berhasil dibekuk Tim Patroli Perintis Presisi (3P) Satsamapta Polres Metro Bekasi. Mereka diamankan dalam operasi penyisiran pada Minggu (1/3) dini hari.
Tim 3P Satsamapta Polres Metro Bekasi, Iptu Anwar, menjelaskan penangkapan bermula saat petugas menyisir kawasan Kampung Kebon Kopi sekitar pukul 03.00 WIB. Warga sekitar sebelumnya telah lebih dulu mengamankan dua remaja yang kedapatan membawa senjata tajam jenis corbek dan sabit panjang atau “pencabut nyawa”.
“Sejak malam hingga menjelang dini hari, patroli difokuskan pada pengawasan jalur-jalur utama dan lokasi yang kerap dijadikan titik kumpul geng motor maupun arena balap liar. Untuk mencegah kemacetan dan kejahatan jalanan,” ucap Anwar, Minggu (1/3).
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga melakukan pengembangan dan penyisiran ke area perkebunan kosong di sekitar lokasi. Hasilnya, delapan remaja lainnya yang sempat melarikan diri berhasil ditangkap. Di lokasi persembunyian, petugas menemukan sebilah celurit yang disembunyikan dalam bungkusan kaos merah.
Selain senjata tajam, polisi juga menemukan tiga butir obat keras jenis Tramadol golongan G, delapan unit ponsel, dan tiga unit sepeda motor yang digunakan para pelaku.
“Sejumlah barang bukti diamankan, antara lain tiga bilah senjata tajam, tiga butir obat jenis Tramadol golongan G, delapan unit handphone, serta tiga unit sepeda motor,” tambahnya.
Saat ini, kesepuluh remaja telah dibawa ke Kantor Polsek Cikarang Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kelompok ini kerap berpindah lokasi untuk mencari lawan tawuran melalui koordinasi di media sosial.
Anwar menegaskan langkah preventif ini bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai upaya menyelamatkan masa depan remaja agar tidak terjerumus ke dunia kriminalitas.
“Pendekatan preventif melalui patroli intensif menjadi langkah strategis dalam menekan angka kejahatan jalanan sekaligus menyelamatkan generasi muda dari lingkaran kekerasan,” terangnya.
Ia juga mengimbau kepada para orangtua agar melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas anak di luar rumah, terutama pada jam-jam rawan agar kejadian serupa tidak terulang.(ris)











