Berita Bekasi Nomor Satu

Doktif Bongkar Fasilitas Mewah Richard Lee di Rutan PMJ, Pakai Wig dan HP Bebas!

Potret Richard Lee. Foto: Instagram @dr.richard_lee

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Dokter Detektif secara terbuka menyoroti dugaan pemberian fasilitas istimewa kepada tersangka selama berada di tahanan . Dugaan ini mencuat setelah Richard Lee resmi ditahan karena dinilai tidak kooperatif dalam proses penyidikan.

Fokus utama sorotan Dokter Detektif tertuju pada penggunaan barang-barang yang seharusnya dilarang bagi setiap tahanan demi alasan keamanan. Ia menilai ada kelonggaran akses yang diberikan secara tidak resmi sehingga tersangka mendapat perlakuan berbeda dibanding tahanan lain.

Salah satu poin yang paling disoroti adalah penggunaan rambut palsu atau wig oleh Richard Lee saat menjalani masa penahanan. Menurut Dokter Detektif, penggunaan wig dilarang karena berpotensi digunakan untuk menyembunyikan benda tajam berbahaya, seperti silet atau alat lain yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain di sel.

“Seorang tahanan itu wajib tidak boleh menggunakan wig. Kemarin itu seorang tersangka DRL masih menggunakan wig pada saat ditahan. Takutnya dia menyembunyikan silet atau senjata di balik wig-nya yang bisa menyakiti dirinya sendiri,” ungkap Dokter Detektif.

Selain masalah wig, Dokter Detektif juga mengungkap dugaan penggunaan telepon seluler oleh Richard Lee di dalam rutan. Tersangka diduga masih bisa mengakses komunikasi secara bebas tanpa pengawasan ketat dari petugas rutan.

Informasi ini diperoleh dari sumber internal Rutan Polda Metro Jaya dan dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap standar operasional prosedur.

“Doktif juga mendengar kabar dari dalam rutan bahwa beliau masih menggunakan handphone secara bebas. Mohon khusus kepada Bapak Ardanto Nugroho, jangan berikan fasilitas spesial kepada saudara tersangka DRL,” tegas Dokter Detektif dalam video yang tersebar.

Baca Juga: Netizen Serbu Akun Keenan Nasution Usai Vidi Aldiano Wafat, Diduga Terkait Gugatan Royalti Rp28 Miliar

Kuasa hukum Dokter Detektif, , menambahkan bahwa pemberian akses handphone 24 jam jelas tidak diperbolehkan. Komunikasi hanya seharusnya diperbolehkan pada waktu tertentu, misalnya saat kunjungan keluarga atau bimbingan dari tokoh agama, sesuai aturan resmi rutan.

Dokter Detektif mendesak kepolisian untuk segera menertibkan fasilitas yang dinikmati Richard Lee agar nama baik institusi tetap terjaga dan tidak tercoreng isu perlakuan istimewa bagi tersangka tertentu.

Lebih lanjut, Dokter Detektif mengingatkan Richard Lee terkait pernyataan masa lalunya yang pernah mengkritik narapidana lain karena menggunakan handphone. Ia menekankan bahwa tersangka kini harus menaati aturan yang sama.

“Kamu jangan lupa tersangka DRL, dulu kamu bilang Nikita tidak boleh pakai HP di tahanan dan kamu mengkritik keras. Sekarang Doktif tagih ke kamu, jangan menjadi orang yang melakukan pelanggaran juga, taati aturannya,” sindir Dokter Detektif.

Kekecewaan Dokter Detektif bertambah saat melihat Richard Lee masih mengenakan wig saat tangan dalam kondisi terborgol. Ia meminta penyidik memastikan tersangka mengikuti aturan berpakaian tahanan, yaitu hanya kaos dan celana pendek.

Hingga kini, Dokter Detektif terus memantau perkembangan di rutan untuk memastikan tidak ada fasilitas mewah atau kemudahan ilegal bagi Richard Lee, dengan harapan proses hukum berjalan adil dan transparan tanpa intervensi.(ce2)