RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menjelang Lebaran 2026, mobilitas pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) menuju Stasiun Bekasi, Kota Bekasi, meningkat signifikan.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa selama empat hari pertama Angkutan Lebaran 2026, volume penumpang KRL di Stasiun Bekasi terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pemudik yang menggunakan layanan kereta api.
“Tercatat 169.536 pelanggan melakukan gate in dan 161.244 pelanggan melakukan gate out melalui stasiun ini,” ujar Anne dikutip Rabu (18/3).
Ia menuturkan Stasiun Bekasi kini semakin berkembang sebagai salah satu titik strategis yang mengintegrasikan perjalanan komuter dengan layanan kereta api jarak jauh.
“Stasiun Bekasi berkembang sebagai salah satu simpul penting yang menghubungkan perjalanan komuter dengan layanan kereta api jarak jauh,” jelasnya.
Bahkan, pada awal periode Angkutan Lebaran 2026, jumlah pengguna KRL di stasiun Bekasi tercatat hampir dua kali lipat dibandingkan akhir pekan pada kondisi normal.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat memanfaatkan KRL untuk menuju Stasiun Bekasi sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh menuju kota tujuan,” ujar Anne.
Menurutnya, peningkatan mobilitas tersebut menjadi indikator kuat bahwa peran Stasiun Bekasi kian vital dalam jaringan transportasi berbasis rel, khususnya di kawasan Jabodetabek dan wilayah sekitarnya.
Ia menambahkan, selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, sebanyak 103.618 pelanggan tercatat telah dan akan diberangkatkan dari Stasiun Bekasi, dan sebanyak 109.852 pelanggan telah tiba di Stasiun tersebut.
Lebih jauh, untuk diketahui dalam operasional harian, Stasiun Bekasi tercatat telah melayani sekitar 278 perjalanan Commuter Line serta 109 perjalanan kereta api jarak jauh. Dengan demikian, terdapat sekitar 387 perjalanan kereta api penumpang yang naik dan turun di stasiun ini setiap harinya. (cr1)











