RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) terus memperkuat transformasi digital melalui optimalisasi Layanan Helpdesk TIK.
Layanan ini menjadi kanal pengaduan sekaligus penanganan kebutuhan teknologi informasi bagi seluruh perangkat daerah di Kabupaten Bekasi. Helpdesk TIK berperan sebagai sistem layanan terpadu yang memastikan setiap kebutuhan teknis ditangani cepat, terukur, dan berkelanjutan. Keberadaannya menjadi kunci menjaga stabilitas layanan digital pemerintahan yang terus berkembang.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Bahrul Ulum, menyampaikan bahwa berdasarkan data Triwulan Pertama 2026, total layanan Helpdesk TIK mencapai 130 pengaduan. Rinciannya, 113 layanan telah diselesaikan, 16 layanan dipending, dan 1 layanan ditolak.
“Helpdesk TIK hadir sebagai solusi untuk memastikan setiap kebutuhan layanan teknologi di perangkat daerah dapat ditangani secara cepat dan tepat. Ini bukan hanya soal penanganan teknis, tetapi juga bagaimana kami memastikan seluruh sistem berjalan optimal untuk mendukung pelayanan publik,” ucap Bahrul.

Bahrul menjelaskan, kanal Helpdesk TIK terdiri dari tiga layanan utama. Yakni, Layanan Data Center, Layanan Aplikasi, dan Layanan Jaringan Intra Pemerintah Daerah. Pada triwulan pertama periode Januari–Maret, layanan yang paling banyak digunakan adalah Layanan Aplikasi sebesar 71,54 persen, diikuti Layanan Data Center 14,62 persen, dan Layanan Jaringan Intra Pemerintah Daerah 13,85 persen.
“Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan komunikasi dan pengelolaan data berbasis digital di lingkungan perangkat daerah,” kata Bahrul.

Bahrul menegaskan bahwa Helpdesk TIK menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja perangkat daerah di era digital. Peningkatan kualitas layanan akan terus dilakukan seiring perkembangan kebutuhan teknologi pemerintahan Kabupaten Bekasi.
“Kami terus berupaya melakukan evaluasi dan penguatan sistem, baik dari sisi infrastruktur maupun aplikasi layanan. Harapannya, seluruh perangkat daerah dapat merasakan manfaat layanan TIK yang lebih responsif, efisien, dan terintegrasi,” tambahnya.
Melalui penguatan layanan Helpdesk TIK, Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya menghadirkan tata kelola pemerintahan berbasis digital yang adaptif, modern, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. (adv)











