RADARBEKASI.ID, BEKASI — PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun tugu peringatan di Stasiun Bekasi Timur.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan pembangunan tugu tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus pengingat atas tragedi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jakarta–Cikarang.
“Kemudian tadi juga ada kita mau bikin tugu di sini, tolong didukung ya,” ujar Bobby kepada awak media di Stasiun Bekasi Timur, Senin (4/5).

Insiden yang terjadi pada Senin (27/4) lalu itu mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan lainnya luka-luka. Berdasarkan data KAI per Senin (4/5), sebanyak 84 korban insiden kereta api di Stasiun Bekasi Timur telah kembali ke rumah, sementara 17 korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba,menyampaikan, KAI masih terus melakukan pendampingan kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak akibat insiden tersebut.
“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujar Anne dalam keterangan tertulisnya. (zak)











