Berita Bekasi Nomor Satu

KAI Gelar Tahlilan di Stasiun Bekasi Timur, Doakan 16 Korban Insiden Kereta

BELASUNGKAWA: Komisaris Utama PT KAI Said Aqil Siroj didampingi Direktur Utara Bobby Rasyidin beserta karyawan membawa bunga di area Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, sebagai bentuk penghormatan dan duka cita bagi 16 korban meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan kereta, Senin (4/5). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Suasana duka masih terasa kuat di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pascakecelakaan kereta yang menewaskan 16 orang.

Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar tahlilan dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa kepada para korban.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan, peristiwa tersebut menjadi kehilangan besar bagi semua pihak, termasuk keluarga besar KAI.

“Kami melakukan tahlilan sekaligus doa bersama untuk korban yang wafat, ada 16 orang. Saudari-saudari kita ini telah mendahului kita, ini kehilangan besar, tidak hanya buat keluarga para korban, juga kehilangan besar buat kami,” ujarnya, Senin (4/5).

BACA JUGA: KAI: 84 Korban Insiden Kereta di Stasiun Bekasi Timur Sudah Kembali ke Rumah, 17 Masih Dirawat

Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan komitmen tanggung jawab perusahaan terhadap para korban.

“Kami bela sungkawa yang sebesar-besarnya, memohon maaf, dan tentunya ini bagian dari tanggung jawab kami sebagai direktur utama dan keluarga besar kereta api Indonesia,” katanya.

Di lokasi kejadian, karangan bunga terus berdatangan dari masyarakat. Menurutnya, hal itu menjadi simbol empati dan solidaritas atas tragedi yang terjadi.

“Ini adalah bagian dari rasa belasungkawa dan duka cita kami. Kami ingin menjadi bagian dari keluarga para korban untuk merasakan kehilangan yang sangat besar ini,” ucapnya.

Bobby memastikan, KAI memberikan pendampingan penuh bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan.

“Kami melakukan pendampingan penuh. Untuk yang meninggal dunia, kami hantarkan sampai ke liang kubur dan mengurusi semua hak-hak korban,” jelasnya.

Sementara itu, untuk korban luka-luka, KAI menempatkan petugas selama 24 jam di rumah sakit. Hingga kini, masih terdapat 17 korban yang dirawat.

“Selalu ada staf kami 24 jam di rumah sakit. Kami doakan yang masih dirawat bisa kembali sembuh dan pulih seperti sediakala,” tambahnya.

Terkait proses hukum, KAI menyatakan mendukung penuh langkah aparat kepolisian serta investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kita mendukung upaya hukum, kita mendukung sekali upaya KNKT untuk mengungkap sebab-musabab dari kejadian ini,” tegasnya.

Sebagai langkah perbaikan ke depan, KAI juga mulai menertibkan perlintasan sebidang yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan. Langkah ini disebut telah berjalan dan akan terus dilakukan.

“Yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, kita akan tutup. Sudah kita mulai sesuai perintah Presiden,” katanya.

KAI mencatat terdapat 1.864 perlintasan yang telah diidentifikasi, dengan 235 lokasi masuk prioritas penanganan cepat.

“Ada lebih dari 200 perlintasan yang segera kita tutup,” ungkapnya.

Selain itu, KAI juga berencana membangun tugu peringatan di lokasi kejadian sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

Di tengah duka yang masih menyelimuti, KAI menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Keselamatan tidak bisa ditoleransi, tidak bisa dikompromikan,” tegas Bobby.(rez)