Berita Bekasi Nomor Satu

Hajatan Khitanan di Cikarang Berubah Duka, Tiga Anggota Sisingaan Tewas Tersengat Listrik

JADI TONTONAN: Sejumlah warga berada di TKP insiden anggota Sisingaan diduga tersengat listrik di Kampung Cibeureum RT 03 RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/6). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI  — Hajatan khitanan di Kampung Cibeureum RT 03 RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, berubah menjadi duka, Selasa (2/6) sore. Lima anggota kelompok kesenian Sisingaan “Dewa Tarompet Alan Group” asal Subang yang diundang dalam acara itu diduga tersengat listrik dari kabel yang menjuntai di jalan saat hendak melanjutkan pertunjukan usai jeda salat Asar. Tiga orang tewas, sementara dua lainnya selamat.

Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani mengatakan, seluruh korban berjumlah lima orang. Tiga di antaranya meninggal dunia, yakni Galang (18), Juhan (20), serta satu korban lain yang belum teridentifikasi. Dua korban lainnya selamat, Rizal (18) dan Rizki (22), kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Diduga penyebab korban tersengat aliran listrik dari kabel sentral,” ujar Aliyani.

Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat rombongan Sisingaan melintas di lokasi kejadian dengan kendaraan yang memiliki bagian atas cukup tinggi. Saat melintas, bagian atas kendaraan menyentuh kabel listrik yang melintang di jalan.

“Ketika melintas, kendaraan tersebut mengenai kabel yang berada di atas jalan,” kata Aliyani.

Melihat kabel tersangkut, seorang anggota naik ke atas kendaraan untuk memindahkan kabel yang berukuran besar tersebut. Namun, upaya itu justru memicu sengatan listrik.

“Kemudian seseorang yang naik ke atas kendaraan untuk mengangkat kabel tersebut karena kabelnya cukup besar. Saat itulah terjadi sengatan listrik,” lanjutnya.

Anggota yang berada di atas kendaraan terpental. Aliran listrik diduga merambat melalui bodi kendaraan berbahan besi hingga mengenai empat anggota lain.

Akibatnya, empat orang di bawah kendaraan ikut terpental. Tiga di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu orang lainnya selamat. Adapun satu korban yang berada di atas kendaraan juga selamat. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit.

Menurutnya, dua korban selamat kini masih menjalani perawatan intensif. Meski demikian, keduanya sudah dalam kondisi sadar dan dapat diajak berkomunikasi.

“Tadi keduanya sudah sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Namun ada luka bakar pada tangan mereka,” ucapnya.

Saat ini, aparat kepolisian dari Polsek setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut, termasuk dugaan mengapa aliran listrik dapat menimbulkan dampak fatal serta kemungkinan adanya unsur kelalaian.

“Semua masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Polisi juga memastikan akan memeriksa seluruh pihak yang terkait dengan operasional kendaraan odong-odong sewaan yang digunakan dalam pertunjukan tersebut, termasuk pemilik kendaraan dan para saksi. Pemeriksaan terhadap korban selamat dilakukan secara bertahap karena sebagian masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Nanti semua pihak yang terkait akan dimintai keterangan. Sebagian korban juga masih berada di rumah sakit sehingga pemeriksaannya dilakukan secara bertahap. Pemilik kendaraan dan pihak-pihak terkait juga akan diperiksa,” pungkasnya.

Anggota Satlinmas Desa Mekarmukti, Pitung (70), mengatakan kabel yang menjuntai rendah di lokasi tersebut sudah lama berada di sana. Dikatakannya, kejadian sengatan listrik seperti itu baru pertama kali terjadi.

“Kabel itu memang sudah lama ada. Baru kali ini terjadi kejadian seperti ini,” kata Pitung.

Sementara itu, seorang anggota Grup Dewa Tarompet, Enting (84), mengatakan rombongan berangkat dari Subang sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi hajatan pada pukul 04.00 WIB.

“Ada total 11 singa yang diarak. Lalu ada kelompok catrik (penarik arak-arakan), kelompok ini yang jadi korban.
Salah dua korban adalah adik kakak, adiknya baru kali ini ikut arak-arakan tapi jadi korban,” kata Enting.

Menurutnya, sebelum arak-arakan dimulai para pemain beristirahat sambil menunggu waktu siang. Ia mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum peristiwa terjadi.

“Enggak pernah ada firasat apapun karena bukan sekali dua kali arak-arakan ini. Tidak pernah ada masalah,” terangnya.(ris)

(ris)