RADARBEKASI.ID, BEKASI – Suasana penuh keceriaan mewarnai peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi Timur, Kota Bekasi. Ratusan lansia penghuni sentra hingga peserta sekolah lansia tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan yang digelar Rabu (3/6).
Rangkaian kegiatan diawali dengan Bentang Batik Lansia yang menampilkan karya batik hasil kreativitas para peserta. Acara dilanjut dengan bermain angklung dan bernyanyi bersama.
Para lansia juga menunjukkan bakat dan kreativitas mereka melalui penampilan seni serta pameran hasil karya yang dipajang selama kegiatan berlangsung.
Salah satu peserta, Harun Sulistyono (88), mengaku bahagia dapat merayakan Hari Lansia bersama para penghuni lainnya. Menurutnya, peringatan tahun ini menjadi bentuk perhatian nyata negara terhadap para lansia.
“Bagi saya ini merupakan pengalaman pertama pemerintah memuliakan lansia. Baru kali ini saya merasakan peringatan yang semeriah ini,” ujar Harun.
Pria berusia 88 tahun itu mengaku bersyukur masih mendapat perhatian dan perlindungan di masa tuanya. Setelah kehilangan dua anaknya dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut, Harun kini tinggal di STPL Bekasi dan mendapatkan pendampingan dari Kementerian Sosial.
“Saya berterima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Sosial. Walaupun sebenarnya saya malu menjadi beban negara, tetapi saya bersyukur masih mendapat perhatian dan perlindungan,” katanya.
Peringatan Hari Lansia Nasional di STPL Bekasi diisi dengan berbagai kegiatan hiburan, kebersamaan, dan pemberdayaan lansia. Acara tersebut juga menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak awal Mei 2026.
Kepala Bagian Tata Usaha STPL Bekasi, Jaswadi, mengatakan peringatan tahun ini mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh.”
“Harapan kami seluruh lansia yang ada di Indonesia sehat, bahagia, dan bisa menjalani hidup dengan penuh makna. Tentunya kami sebagai pemberi layanan akan memberikan pelayanan terbaik bagi para lansia,” ujar Jaswadi.
Menurut dia, sebelum kegiatan puncak digelar, STPL telah melaksanakan sejumlah program sosial seperti donor darah, operasi katarak, penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), hingga bedah kamar bagi lansia yang tinggal di rumah tidak layak huni.
“Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak awal Mei. Selain donor darah dan operasi katarak, kami juga melakukan bedah kamar lansia di Kota Pariaman dan Kabupaten Pasaman,” katanya.
Jaswadi menambahkan, STPL Bekasi tidak hanya memberikan layanan bagi lansia yang tinggal di dalam sentra, tetapi juga menangani berbagai kasus lansia di luar panti, termasuk lansia terlantar yang membutuhkan perlindungan sosial.
Ia berharap pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dalam pelayanan dan penanganan lansia agar semakin banyak warga lanjut usia yang mendapatkan kehidupan yang layak dan bermartabat.
“Peran pemerintah daerah sangat kami harapkan dalam penanganan lansia, baik di tingkat kabupaten, kota maupun provinsi,” tutupnya. (rez)











