RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Musisi Baskara Putra mengungkapkan kegelisahannya terkait kondisi ekonomi yang belakangan menjadi perhatian banyak pihak. Vokalis yang dikenal melalui nama panggung Hindia itu mengaku mulai merasakan secara langsung dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, terutama pada peningkatan harga berbagai kebutuhan sehari-hari.
Curahan hati tersebut disampaikan Baskara melalui akun media sosial X miliknya pada Sabtu (6/6). Dalam unggahan tersebut, pria berusia 31 tahun itu menyoroti bagaimana kondisi ekonomi saat ini mulai memengaruhi pengeluarannya, meskipun dirinya merasa berada dalam posisi finansial yang relatif aman dibanding banyak orang lainnya.
Baskara mengakui bahwa kariernya di industri musik memberikan keuntungan dan privilese yang membuat kondisi ekonominya cukup stabil.
Sebagai musisi yang karyanya mendapat sambutan positif dari masyarakat, ia merasa memiliki pendapatan yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Meski demikian, menurutnya, situasi tersebut tidak membuat dirinya sepenuhnya terhindar dari dampak gejolak ekonomi yang sedang terjadi. Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga sejumlah barang dan kebutuhan pokok semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam unggahannya, Baskara menyebut bahwa apabila dirinya yang memiliki kondisi ekonomi cukup baik saja mulai merasakan tekanan akibat kenaikan harga, ia merasa khawatir dengan kondisi masyarakat yang memiliki penghasilan lebih rendah.
Pemikiran tersebut membuatnya membayangkan beban yang harus ditanggung oleh banyak orang di tengah situasi ekonomi yang menantang.
“Gue cukup pede untuk bilang bahwa gue ‘mampu’, ada privilege dari pekerjaan gue sebagai musisi, yang puji Tuhan berhasil dan uangnya lebih dari cukup,” tulis Baskara.
Penyanyi yang juga dikenal sebagai penulis lagu itu menjelaskan bahwa dampak pelemahan rupiah tidak hanya dirasakan pada kebutuhan yang berkaitan dengan profesinya sebagai musisi.
Selama ini, banyak peralatan musik dan perlengkapan pendukung industri kreatif yang harganya sangat dipengaruhi oleh kurs dolar Amerika Serikat.
“Akhir-akhir ini gue merasa terdampak dengan kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah. Kalau gue aja terdampak, gue enggak kebayang kalian bakal gimana. Serem,” lanjutnya.
Namun, menurut Baskara, efeknya kini telah meluas hingga ke kebutuhan sehari-hari. Ia mengaku merasakan peningkatan pengeluaran untuk konsumsi, termasuk biaya makan bulanan dan berbagai kebutuhan esensial lainnya yang sebelumnya relatif lebih terkendali.
Kondisi tersebut membuat Baskara semakin menyadari bahwa tekanan ekonomi tidak hanya berdampak pada sektor tertentu, tetapi juga mulai dirasakan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat. Kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara bertahap dinilai berpotensi mengurangi daya beli masyarakat apabila berlangsung dalam jangka waktu panjang.
“Ini kerasa kok pengeluaran buat makan (total bulanan) dan hal-hal esensial lainnya meningkat dibanding kemarin-kemarin,” ungkapnya.
Selain membahas persoalan kenaikan harga, Baskara juga menyinggung aspek kepemimpinan dan pengelolaan kebijakan yang menurutnya memiliki peran penting dalam menentukan arah kondisi ekonomi.
Melalui unggahannya, ia menyampaikan kritik dengan mengutip sebuah peribahasa yang menggambarkan bahwa permasalahan besar sering kali berawal dari pihak yang berada di posisi paling atas dalam suatu sistem.
“Bener kata tu orang. Ikan busuk dari kepala. Bawahnya mau diapain pun enggak akan guna, karena yang busuk dia sendiri,” tulis Baskara.
Pernyataan Baskara muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pergerakan nilai tukar rupiah yang dalam beberapa pekan terakhir terus menghadapi tekanan. Kondisi tersebut menjadi perbincangan luas karena berpotensi memengaruhi harga barang impor, biaya produksi, hingga berbagai kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Boroknya Dikuliti Eks Manajer, Sarwendah Kini Kena Semprot Nikita Mirzani Soal Nafkah Keluarga
Unggahan Baskara pun mendapat respons beragam dari warganet. Banyak yang menilai pengakuan tersebut menunjukkan bahwa dampak pelemahan rupiah tidak hanya dirasakan oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga oleh kalangan publik figur dan profesional yang secara ekonomi tergolong mapan.
Bagi sebagian netizen, pernyataan Baskara menjadi gambaran bahwa tekanan ekonomi saat ini telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Meski dengan tingkat dampak yang berbeda-beda, kenaikan biaya hidup dan pengeluaran sehari-hari menjadi tantangan yang semakin dirasakan oleh banyak orang dalam beberapa waktu terakhir. (mna)











