Berita Bekasi Nomor Satu

Pengamen Bergaya Punk Tewas Ditikam di Cikarang Barat, Polisi Dalami Dugaan Konflik Asmara

TKP PENIKAMAN: Warga melihat kontrakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) penikaman anak punk di Cikarang Barat, Minggu (28/6). FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seorang laki-laki berinisial FA yang sehari-hari menjadi pengamen bergaya punk tewas setelah ditikam di Kampung Jati Baru Lanai, RT 06 RW 06, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Sabtu (27/6) dini hari. Pembunuhan itu diduga dilakukan oleh temannya berinisial D.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa berdarah itu diduga dipicu konflik asmara atau cinta segitiga di antara sesama pengamen. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kepolisian, korban mengalami sekitar lima luka robek akibat senjata tajam yang diduga berupa pisau.

Ketua RT 06, Boy Sandi, mengatakan perselisihan antara korban dan terduga pelaku telah terjadi sejak sehari sebelum kejadian. Cekcok bermula di kawasan Pasar Beras Cikarang Jati, lalu berlanjut hingga memuncak di Kalijaya pada Sabtu dini hari.

“Informasinya mereka sempat cekcok dari sore, lalu menjelang subuh ada warga melapor kepada kami. Saat kami datang ke lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit,” ucap Boy, Minggu (28/6)

Menurut Boy, korban dan terduga pelaku sama-sama bekerja sebagai pengamen jalanan. Ia menduga pertikaian dipicu persoalan asmara. Perempuan inisial M yang diduga menjadi rebutan keduanya disebut telah mengontrak di lingkungan tersebut sekitar delapan bulan.

“Sepertinya ada motif asmara, barangkali ada rasa cemburu. Selama di sini tidak pernah bikin masalah. Paling cekcok biasa dengan teman-temannya. Baru kali ini sampai ada korban meninggal,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Dimas Adhit Putranto, mengatakan terduga pelaku telah diamankan.

“Pelaku sudah diamankan di Polsek Cikarang Barat,” ungkap Dimas.

Kini terduga pelaku menjalani pemeriksaan intensif. Ia menjelaskan, setelah penikaman terduga pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Tambelang sebelum akhirnya menyerahkan diri.

“Awalnya menyerahkan diri, kemudian dijemput oleh pihak Resmob Polres Metro Bekasi dan Reskrim Polsek Cikarang Barat,” tuturnya.

Penyidik masih memeriksa terduga pelaku dan lima saksi untuk mengungkap motif penikaman tersebut. Polisi juga menelusuri informasi mengenai dugaan hilangnya barang milik korban setelah kejadian.

“Motifnya masih kita lakukan pendalaman. Sementara saat ini kami fokus dalam pemeriksaan saksi-saksi dan pihak terkait,” kata Dimas.

Ia menambahkan, penyidik masih mengumpulkan alat bukti sebelum menetapkan kesimpulan akhir terkait motif maupun rangkaian peristiwa pembunuhan itu. (ris)