RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama Mufli Budi Ananda tengah menjadi perhatian publik setelah dipercaya menduduki posisi Komisaris PT Krakatau Posco. Penunjukan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial, mengingat Mufli selama ini lebih dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad yang selalu mendampingi berbagai aktivitas sang presenter dan pengusaha.
Mufli dikenal sebagai sosok yang telah lama berada di lingkaran terdekat Raffi Ahmad. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap terlihat mendampingi suami Nagita Slavina tersebut, baik dalam urusan pekerjaan, bisnis, maupun kegiatan pribadi. Kedekatan keduanya bahkan membuat Mufli dianggap sebagai salah satu orang kepercayaan Raffi Ahmad.
Kesetiaan Mufli juga beberapa kali menjadi sorotan publik. Salah satunya ketika ia mendampingi Raffi Ahmad dalam berbagai ajang olahraga, termasuk saat mengikuti maraton di luar negeri. Kehadirannya yang selalu berada di sisi Raffi membuat banyak orang menilai dirinya sebagai asisten yang loyal dan berdedikasi tinggi.
Selain itu, Mufli pernah menarik perhatian warganet setelah membagikan momen menyentuh ketika Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menemani Amy Qanita yang sedang menjalani perawatan karena sakit.
Dalam unggahan tersebut, Mufli memperlihatkan potret Nagita yang tertidur di sofa rumah sakit setelah berjam-jam menjaga sang ibu. Unggahan itu menuai banyak respons positif dan semakin memperkuat citra Mufli sebagai sosok yang dekat dengan keluarga Raffi Ahmad.
Kini, nama Mufli kembali menjadi bahan perbincangan setelah masuk dalam jajaran Komisaris PT Krakatau Posco. Kabar tersebut memancing rasa penasaran publik, terutama terkait latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional yang dimilikinya sebelum dipercaya mengemban jabatan strategis di perusahaan besar tersebut.
Sebagian warganet mempertanyakan kompetensi Mufli untuk menduduki posisi komisaris. Tidak sedikit pula yang menyoroti rekam jejak akademiknya yang beredar luas di media sosial setelah pengumuman tersebut mencuat.
PT Krakatau Posco sendiri merupakan perusahaan hasil kerja sama antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan perusahaan baja asal Korea Selatan, POSCO. Kedua pihak diketahui memiliki porsi kepemilikan saham yang sama besar, yakni masing-masing 50 persen. Karena statusnya sebagai perusahaan patungan, Krakatau Posco tidak termasuk kategori Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara penuh.
Meski demikian, posisi komisaris di perusahaan tersebut tetap dianggap sebagai jabatan strategis karena Krakatau Posco merupakan salah satu produsen baja terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor industri nasional.
Baca Juga: Siapa Pemilik Krakatau Posco? Sosok Mufli Budi Ananda yang Jadi Komisaris Kini Jadi Sorotan
Di tengah ramainya perdebatan mengenai pengangkatannya, riwayat pendidikan Mufli Budi Ananda turut menjadi sorotan publik. Berdasarkan data yang tercantum dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), Mufli diketahui pernah menempuh pendidikan tinggi di dua institusi berbeda.
Pada tahun 2007, ia tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Bunda Kandung dan berhasil menyelesaikan pendidikan Diploma Tiga (D3) pada program studi Teknik Listrik.
Setelah itu, Mufli melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana di Program Studi Teknik Industri Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada tahun 2012. Namun, berdasarkan data akademik yang tersedia, ia mengajukan pengunduran diri pada tahun 2017 sebelum menyelesaikan studinya.
Tak lama kemudian, Mufli kembali tercatat mendaftar di kampus yang sama pada tahun 2014 dengan program studi yang serupa. Akan tetapi, pendidikan tersebut juga tidak diselesaikan hingga lulus karena status akademiknya kembali tercatat mengundurkan diri pada tahun 2018.
Berdasarkan data yang beredar, pendidikan formal tertinggi yang berhasil diselesaikan Mufli adalah Diploma Tiga (D3) Teknik Listrik. Fakta inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan munculnya berbagai diskusi dan pertanyaan dari publik terkait pengangkatannya sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Krakatau Posco mengenai pertimbangan atau mekanisme yang melatarbelakangi penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai komisaris. Namun yang pasti, namanya telah tercantum dalam struktur kepengurusan perusahaan dan kini menjadi salah satu figur yang paling banyak diperbincangkan di media sosial. (mna)











