Berita Bekasi Nomor Satu

Hadapi Banjir Berulang di Kampung Lebak, Bekasi Utara Luncurkan Sistem Digital

BERI SAMBUTAN: Sekretaris Kecamatan Bekasi Utara Ahmad Afandi saat memberikan sambutan dalam peluncuran Sahabat Utara, sistem respons bencana berbasis website, di Gedung BSI Bekasi Utara, Kamis (13/8). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banjir yang berulang di Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, tak lagi hanya dihadapi dengan evakuasi dan bantuan secara manual. Kecamatan Bekasi Utara kini meluncurkan Sahabat Utara, sistem respons bencana berbasis website yang dirancang untuk mempercepat pelaporan, pendataan pengungsi, hingga penyaluran bantuan.

Inovasi ini lahir dari persoalan klasik yang selama ini membayangi penanganan banjir: komunikasi lambat, data warga terdampak tidak maksimal, dan koordinasi antarpihak yang belum tertata.
Sekretaris Kecamatan Bekasi Utara, Ahmad Apandi, mengakui persoalan tersebut menjadi salah satu alasan utama Sahabat Utara dikembangkan.

“Selama ini permasalahan yang ada di Kampung Lebak tidak adanya tata kelola yang baik dalam rangka penanggulangan bencana. Kampung Lebak sendiri menjadi salah satu titik yang selalu dikatakan langganan banjir di Bekasi Utara,” kata Apandi usai peluncuran website Sahabat Utara di Gedung BSI, Kamis (13/8).

Menurutnya, sistem digital tersebut diharapkan mengubah pola penanganan bencana yang selama ini berjalan secara manual menjadi lebih cepat dan berbasis data. Dengan demikian, kebutuhan warga di lokasi pengungsian dapat segera teridentifikasi.

“Ke depan dengan adanya hal ini semoga tata kelola yang tadinya manual ini bisa menjadi lebih cepat, responsif dan juga berbasis data. Ketika masyarakat yang ada di tempat pengungsian membutuhkan bantuan, bantuannya bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Untuk tahap awal, Sahabat Utara hadir dalam bentuk website. Namun, Kecamatan Bekasi Utara menyiapkan pengembangannya menjadi aplikasi sekaligus mengintegrasikan sistem tersebut dengan layanan Dinas Sosial Kota Bekasi.

“Ini tidak hanya menjadi di sini. Kita akan melaksanakan di jangka menengah dan panjang serta mengintegrasikannya dengan sistem yang ada di Dinas Sosial. Dinas Sosial juga bersedia,” katanya.

Ketua RW 02 Kelurahan Teluk Pucung, Akhmad Febri, menilai inovasi tersebut menjawab persoalan yang selama ini dirasakan warga ketika banjir datang, terutama keterlambatan komunikasi dan minimnya data pengungsi.

“Menurut kami sangat inovatif. Dengan launching Sahabat Utara bisa membantu jika terjadi bencana banjir di wilayah kami, segala bentuk bantuan bisa dengan cepat,” kata Febri.

Ia mengakui, sebelum sistem tersebut tersedia, warga kerap mengalami kebingungan dalam menyampaikan informasi saat bencana.

“Hambatannya keterlambatan dan kebingungan komunikasi harus seperti apa. Intinya komunikasi terhambat, seperti laporan pengungsi sangat minim,” ujarnya.

Selain website, kawasan tersebut juga telah dilengkapi CCTV untuk memantau potensi banjir. Data dan pemantauan itu diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi sekaligus memastikan bantuan benar-benar sesuai kebutuhan warga.

Koordinator Wilayah BPBD Bekasi Utara, Hasanudin, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, Sahabat Utara berpotensi menjadi ruang kolaborasi antara warga, RT/RW, BPBD hingga Pemkot Bekasi.

“Program ini bagus dan mudah-mudahan efektif. Kami dari BPBD bisa berkolaborasi dengan program ini. Dengan adanya program ini, semua antara masyarakat dari RT, RW sampai BPBD dan Pemkot mudah-mudahan nanti efektif,” pungkasnya. (rez)