RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Member dari girl group K-Pop RESCENE, Woni, baru-baru ini mendadak jadi pusat perhatian publik usai diterpa isu miring. Namanya sempat terseret dalam rumor perundungan (bullying) yang diklaim terjadi pada masa sekolahnya.
Namun, di tengah bergulirnya tuduhan tersebut, sebuah titik terang muncul dari sosok yang mengaku sebagai mantan wali kelas Woni. Melalui sebuah akun di platform X (sebelumnya Twitter), sang guru mengunggah pernyataan pembelaan emosional untuk meluruskan tuduhan beredar.
Untuk memperkuat pernyataannya, akun tersebut turut melampirkan beberapa bukti otentik, seperti foto dokumentasi masa sekolah, foto kelulusan, hingga surat tulisan tangan yang pernah ditulis oleh Woni.
Dalam unggahannya, sang mantan wali kelas menegaskan bahwa tuduhan yang ditujukan kepada Woni tidak berdasar. Ia bersaksi mengenai karakter dan perilaku positif anak didiknya tersebut selama mengecap pendidikan di sekolah.
“Jika Woni berbuat salah selama masa sekolahnya, saya bertanggung jawab karena tak mendidiknya lebih baik, tapi saya harap orang-orang berhenti mengkritik tanpa pandang bulu berdasarkan klaim tak berdasar,” tulisnya, dikutip dari Kpopchart pada Selasa (4/8/2026).
Sang guru menuturkan bahwa Woni merupakan siswa yang sangat rajin dan aktif. Ia bahkan dipercaya memegang peranan penting di lingkungan sekolah.
Woni tercatat pernah menjabat sebagai pengurus OSIS untuk tingkat sekolah dan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Ironis dari rumor yang beredar, Woni justru pernah terlibat langsung dalam kampanye anti-bullying di sekolahnya.
Kemudian, Woni dikenal dekat dengan para pengajar. Ia sering membagikan permen kepada guru-guru sambil mengucapkan ungkapan kasih sayang.
Baca Juga: Angka Denda Pajak Cha Eun Woo Capai Rp249 Miliar, Kini Resmi Ajukan Banding!
Ia juga mengenang momen berkesan sehari sebelum kelulusan, di mana Woni dan kawan-kawannya menyempatkan diri membuat kue sendiri di toko kue untuk diberikan kepada para guru sebagai bentuk apresiasi.
“Kami adalah guru-guru yang tegas dan Woni adalah salah satu murid yang menghargai saya, meski bimbingan dari saya ketat. Saya ingat kami berpelukan dan menangis saat perpisahan di wisuda,” kenangnya.
Akun Penuduh Dihapus, Rumor Dipastikan Tak Beralasan
Di akhir pernyataannya, sang guru menyampaikan pesan terbuka kepada publik untuk tetap memberikan dukungan positif kepada idola muda tersebut.
“Setiap orang bisa berbuat salah dan tanpa sengaja menyakiti orang lain, tetapi terima kasih telah menyemangati Woni. Teruslah memandangnya dengan baik dan mendukungnya di masa depan,” tutupnya.
Tak lama setelah pembelaan disertai bukti-bukti dari sang wali kelas mencuri perhatian netizen, akun anonim yang pertama kali menyebarkan isu perundungan Woni terpantau langsung dihapus.
Langkah menghilangnya akun tuduhan tersebut makin menguatkan indikasi bahwa rumor bullying yang menyeret nama Woni RESCENE memang tidak benar dan sekadar klaim tanpa dasar. (mna)











