RADARBEKASI.ID, BEKASI – Peluncuran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) 2026 berlangsung dengan cara berbeda. Bukan sekadar seremoni di atas panggung, launching PMB dilakukan melalui aksi panjat tebing yang melibatkan mahasiswa Mapala bersama Wakil Rektor III UM Indonesia dalam rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA) 2026.
Aksi tersebut menjadi pembuka yang atraktif sekaligus menyampaikan pesan tentang keberanian menghadapi tantangan. Semangat kolaborasi dan kemauan untuk terus berkembang juga menjadi bagian dari pesan yang dibawa dalam penyambutan mahasiswa baru.
ORMABA 2026 mengusung tema “Membangun Talenta Profesional untuk Masa Depan”. Kegiatan dikemas interaktif dengan sejumlah aktivitas kreatif, mulai dari koreografi mahasiswa baru hingga kampanye kepedulian lingkungan melalui pembagian tumbler.
BACA JUGA : Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mundur dari Pengurus DPP Partai Golkar
Dalam koreografi bersama, mahasiswa baru membentuk formasi “UM.ID”. Formasi tersebut menjadi simbol kekompakan sekaligus memperkenalkan identitas baru kampus kepada para peserta.
Rektor Universitas Muhammadiyah Indonesia Prof. Nazaruddin Malik menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar kampus. Ia berharap ORMABA menjadi pijakan awal bagi mahasiswa dalam mengenal lingkungan akademik dan memulai perjalanan pendidikan di perguruan tinggi.
“Sejak kemarin dan mulai pagi tadi, kalian sudah menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Indonesia. Saya berharap ORMABA menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kampus dan memulai perjalanan akademiknya,” ujar Prof. Nazaruddin.
Launching PMB dilakukan bersama mahasiswa Mapala UM Indonesia dan Wakil Rektor III UM Indonesia, Prof. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi. Selain kegiatan utama, peserta juga mendapatkan snack dan makan siang selama mengikuti seluruh rangkaian ORMABA.
Kampanye go green turut mewarnai kegiatan melalui pembagian tumbler kepada mahasiswa baru. Program tersebut diarahkan untuk mendorong kebiasaan membawa wadah minum sendiri sekaligus mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai di lingkungan kampus.
ORMABA 2026 juga menjadi momentum pengenalan identitas baru UM Indonesia yang merupakan transformasi dari Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi. Perubahan nama tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 704/B/O/2026 tentang Izin Perubahan Nama Perguruan Tinggi yang diterbitkan pada 8 Juli 2026.
“Universitas Muhammadiyah Indonesia merupakan transformasi dari Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi. Perubahan ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi menjadi bagian dari langkah besar untuk membawa Universitas Muhammadiyah Indonesia menuju perkembangan dan kemajuan yang lebih luas. Karena itu, saya berharap seluruh mahasiswa baru dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut dengan semangat, prestasi, dan karya terbaik,” ujar Prof. Nazaruddin.
Momentum tersebut turut dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Ketua BPH UM Indonesia, Prof. Fauzan.
Melalui ORMABA, mahasiswa baru diarahkan tidak hanya mengenal kampus, tetapi juga mengembangkan potensi, membangun kompetensi, memperluas jejaring, dan mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.(mif)











