RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rencana relokasi sekitar 300 pedagang dari Jalan M Yamin, Bekasi Timur, kembali tertunda. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih memperbolehkan para pedagang berjualan di lokasi lama lantaran tempat relokasi yang disiapkan belum sepenuhnya siap digunakan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, penataan Pasar Baru Bekasi Timur hingga kini masih terus dilakukan. Pemkot tengah menyiapkan lokasi baru untuk menampung pedagang yang selama ini beraktivitas di Jalan M Yamin.
“Hari ini kita mempersiapkan lokasi untuk memindahkan yang di Mohammad Yamin, itu masih menjadi PR kita,” kata Tri.
Sebelumnya, Pemkot Bekasi telah merelokasi ratusan pedagang dari Jalan Ir Juanda ke area rooftop gedung Pasar Baru Bekasi Timur. Namun, rencana pemindahan pedagang dari Jalan M Yamin ke area rooftop lainnya urung dilakukan karena kondisi struktur bangunan dinilai tidak cukup kuat menahan beban berat.
Tri menjelaskan, rooftop yang sebelumnya direncanakan menjadi lokasi relokasi memiliki struktur berbeda dengan area rooftop yang kini telah ditempati pedagang.
“Jadi memang, karena tempatnya belum ada, makanya yang di Mohammad Yamin masih kita perbolehkan dagang di sana,” ucapnya.
BACA JUGA: 50 Hari Penataan Pasar Baru Bekasi, Parkir Ganda dan Relokasi Belum Beres
Selama lokasi baru belum siap, para pedagang masih diperbolehkan beraktivitas di Jalan M Yamin. Kebijakan tersebut diambil agar proses relokasi tidak dilakukan secara terburu-buru tanpa memastikan ketersediaan tempat yang aman dan layak.
Saat ini, Pemkot Bekasi mengarahkan penataan di Blok II Pasar Baru Bekasi Timur sebagai lokasi baru bagi para pedagang. Selain penataan area berjualan, sejumlah fasilitas penunjang juga tengah dipersiapkan untuk mendukung aktivitas pedagang dan distribusi barang.
“Blok II sudah dalam tahap penataan. Dalam waktu dekat, tetap janji untuk membangun lift barang juga sedang kita siapkan,” tambahnya.
Pantauan di lapangan, aktivitas pedagang di Jalan M Yamin masih berlangsung. Kondisi ruas jalan yang relatif sempit membuat aktivitas perdagangan bercampur dengan lalu lintas pembeli dan kendaraan yang melintas sehingga kawasan tersebut terlihat cukup padat.
Pemkot Bekasi memastikan penataan dan relokasi akan terus dilakukan hingga lokasi baru benar-benar siap digunakan para pedagang. (sur)











