Berita Bekasi Nomor Satu

Made in Korea Jadi Salah Satu Drama Korea Termahal, Habiskan Rp911 Miliar untuk Dua Musim!

Drama Korea Made in Korea Habiskan Dana Fantastis, Hyun Bin Akui Tertekan di Season 2. Foto: Soompi

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Serial Korea Selatan Made in Korea menjadi salah satu drama dengan biaya produksi fantastis. Untuk menggarap dua musim, serial tersebut disebut menghabiskan dana sekitar 70 miliar won atau setara dengan Rp911 miliar.

Anggaran tersebut bahkan disebut melampaui biaya produksi sejumlah drama Korea populer lainnya. Berdasarkan laporan Korea Herald yang dikutip pada Rabu (9/9/2026), biaya Made in Korea lebih tinggi dibandingkan Moving yang menghabiskan sekitar 65 miliar won serta Arthdal Chronicles dengan anggaran produksi mencapai 54 miliar won.

Made in Korea mengangkat cerita tentang ambisi, kekuasaan, dan keserakahan dengan mengambil latar kondisi politik Korea Selatan pada era 1970-an. Kisah tersebut dikemas melalui karakter-karakter fiktif yang terlibat dalam perebutan pengaruh dan kekuasaan.

Serial ini berhasil memperoleh perhatian besar dari penonton internasional. Tak hanya mencatat jumlah penonton yang tinggi, Made in Korea juga mendapatkan sejumlah respons positif dari para kritikus. Meski begitu, tanggapan dari penonton di Korea Selatan terhadap musim pertamanya terbilang lebih beragam.

Kesuksesan musim pertama membuat kehadiran Season 2 dibayangi ekspektasi yang semakin tinggi. Hyun Bin yang menjadi salah satu pemeran utama pun mengakui bahwa terdapat tekanan untuk mempertahankan pencapaian yang telah diraih musim sebelumnya.

“Bukan berarti saya tak merasa tertekan. Sebab begitu banyak orang menyukai Season 1, sebagian dari diri saya juga ingin mereka akan menonton Season 2,” ujar Hyun Bin seperti diberitakan The Korea Herald.

Hyun Bin Ungkap Perbedaan Season 2

Selain membicarakan tekanan yang dirasakan, Hyun Bin juga mengungkapkan sejumlah perbedaan antara musim pertama dan musim kedua. Menurutnya, episode-episode terbaru akan memiliki durasi cerita yang lebih singkat, tetapi alurnya dibuat semakin berkembang dan mendalam.

Pada Season 1, penonton membutuhkan banyak penjelasan mengenai karakter serta situasi yang menjadi dasar cerita. Hal tersebut membuat setiap episode memiliki cukup banyak bagian eksposisi untuk memperkenalkan dunia dan konflik dalam serial.

Baca Juga: Yoon Jong Hoon dan Han Eun Seo Dikabarkan Menikah, Siap Naik Pelaminan 1 November 2026

“Di Season 1, terdapat begitu banyak eksposisi yang dibutuhkan untuk menghadirkan karakter dan situasi dalam setiap episode,” jelas Hyun Bin.

Sementara itu, Season 2 akan bergerak dengan alur yang lebih berkesinambungan. Setelah konflik mulai berkembang, cerita disebut akan terus bergerak sebagai satu rangkaian narasi sehingga penonton dapat lebih mudah terbawa ke dalam kisah.

“Di Season 2, begitu peristiwa dimulai, ceritanya terus berkembang menjadi satu rangkaian narasi. Saya rasa penonton akan dapat lebih tenggelam di dalamnya dan menyukainya,” lanjutnya.

Konflik Hyun Bin dan Jung Woo-sung Semakin Personal

Pada musim pertama, Made in Korea berfokus pada pertarungan antara Gi-tae yang diperankan Hyun Bin dan Geon-young yang dimainkan Jung Woo-sung.

Gi-tae digambarkan sebagai seorang taipan yang kejam dan ambisius. Ia memanfaatkan situasi politik Korea Selatan yang tidak stabil demi memperbesar pengaruh serta kekuasaannya.

Di sisi lain, Geon-young merupakan seorang jaksa yang berusaha keras menghentikan ambisi Gi-tae. Keduanya pun terlibat dalam pertarungan sengit yang menjadi salah satu pusat konflik serial tersebut.

Namun, akhir Season 1 justru memperlihatkan keadaan yang berbalik. Geon-young harus menghadapi kehancuran karier hingga berakhir di penjara, sedangkan Gi-tae berhasil memperkuat posisinya dalam perebutan kekuasaan.

Cerita kemudian berlanjut sembilan tahun setelah peristiwa tersebut. Dalam rentang waktu itu, hubungan antara Gi-tae dan Geon-young berkembang menjadi konflik yang jauh lebih personal dan dipenuhi dendam.

Baca Juga: Haerin NewJeans Kembali Tampil di Publik Setelah 1,5 Tahun, Jadi Member Pertama yang Aktif Lagi

Season 2 pun akan melanjutkan pertarungan keduanya dengan hubungan yang semakin kompleks. Sutradara Woo Min-ho mengatakan penggunaan karakter fiktif memberikan ruang yang lebih luas bagi tim produksi untuk mengembangkan cerita dan konflik tanpa terlalu terikat pada tokoh nyata.

Dengan anggaran produksi yang besar serta ekspektasi tinggi setelah keberhasilan musim pertama, Made in Korea Season 2 pun menjadi salah satu serial Korea yang menarik perhatian penggemar drama Korea. (mna)