RADARBEKASI.ID, BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota terus mengembangkan kasus mobilisasi pelajar untuk mengikuti aksi yang mengarah pada kekerasan dan kerusuhan di Jakarta.
Dalam perkembangan terbaru, polisi mengamankan tiga pelajar yang diduga menjadi pengelola atau admin dua akun Instagram yang tergabung dalam satu grup berisi 76 akun.
Sebelumnya, polisi menetapkan F (23), alumni SMK, sebagai tersangka yang diduga menjadi mobilisator pelajar. Sementara tiga pelajar yang diamankan tersebut hingga kini masih berstatus sebagai saksi.
Satu pelajar diamankan pada Jumat (25/9/2026), sedangkan dua lainnya diamankan pada Selasa (29/9/2026). Polisi tak mengungkap identitas ketiga pelajar tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Verdika Bagus Prasetya, mengatakan ketiga pelajar tersebut masih diperiksa sebagai saksi untuk mendalami peran mereka dalam grup Instagram yang digunakan untuk menyebarkan ajakan keberangkatan ke Jakarta.
BACA JUGA: Polres Metro Bekasi Kota Telusuri Peran Alumni di Balik Mobilisator untuk Aksi Rusuh
“Jadi satu grup itu terdiri dari 76 akun. Nah akun-akun ini adalah akun-akun yang dimiliki oleh siswa,” kata Verdika, Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan pemeriksaan sementara, para pelajar mengaku menerima ajakan melalui grup Instagram sebelum berangkat ke Jakarta bersama sejumlah teman dari sekolah masing-masing.
Mereka sebelumnya sempat diamankan Polda Metro Jaya saat berada di Jakarta pada 27 Agustus 2026. Polisi menyebut sekitar 80 pelajar dari sejumlah sekolah berkumpul di kawasan Harapan Indah sebelum berangkat menuju Jakarta menggunakan truk terbuka.
“Jadi satu orang itu mungkin mengajak beberapa rekan lainnya di dalam satu sekolah untuk berangkat. Jadi seperti itu,” ujar Verdika.
Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi menyita empat unit handphone. Satu unit milik tersangka F, sedangkan tiga lainnya milik pelajar yang masih berstatus sebagai saksi. Polisi juga mengamankan sejumlah senjata tajam.
Sebelumnya, F ditangkap pada Kamis (24/9/2026) karena diduga mengajak pelajar melalui grup Instagram untuk mengikuti aksi di Jakarta. Ia juga diduga menentukan titik kumpul keberangkatan para pelajar.
Polisi masih menelusuri pihak lain yang diduga terlibat dalam mobilisasi tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak yang mengarahkan, memfasilitasi, maupun mendanai keberangkatan pelajar.
Namun, hingga pemeriksaan sementara, polisi menyatakan belum menemukan adanya iming-iming uang kepada para pelajar.
“Untuk pemeriksaan sementara hingga saat ini belum ada ya terkait dengan iming-iming uang dan lain sebagainya,” tandasnya. (rez)











