RADARBEKASI.ID,BEKASI- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi memproyeksikan, alokasi kuota jamaah haji tahun 2027 berada di angka minimal 3.000 peserta.
Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan kuota 2026 yang menyentuh 3.500 jamaah. Jumlah tersebut dinilai masih memadai di tengah tingginya antusiasme masyarakat lokal.
“Tahun 2027 kami memastikan tidak kurang dari 3.000 jamaah, namun pastinya menunggu ketentuan dari pusat. Namun memang agak berkurang dari tahun lalu yang waktu itu sampai 3.500 jemaah. Tahun sekarang ada penyesuaian namun masih mencukupi,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Mulyono Hilman di Cikarang Pusat, Senin (12/10).
Lonjakan porsi jamaah di Kabupaten Bekasi sebelumnya terdorong oleh terobosan pemerintah pusat yang mematok durasi tunggu secara merata selama 14 tahun.
Kebijakan standarisasi tersebut, lanjut Hilman, secara signifikan memotong masa antrean di Kabupaten Bekasi yang mulanya sempat mengular hingga kurun waktu tiga dekade.
Sementara, terkait persiapan dokumen keberangkatan bagi ribuan calon jamaah haji asal Kabupaten Bekasi kini memasuki tahapan pemvisaan.
Untuk mengantisipasi persoalan terkait visa yang terlambat terbit di detik-detik akhir menjelang pemberangkatan, proses integrasi data keimigrasian tahun ini dialihkan sepenuhnya secara digital.
Prosesnya melalui skema baru yakni perekaman biometrik mandiri (Saudi Visa Bio). Seluruh calon jemaah cukup memanfaatkan ponsel pintar untuk memproses pendaftaran.
Aplikasi tersebut memfasilitasi pemindaian paspor, rekam pola wajah, hingga verifikasi sidik jari secara langsung tanpa mengharuskan jamaah mengantre di kantor fisik.
Keunggulan ini menjadi nilai tambah bagi wilayah Jawa Barat yang mengantongi mandat pengajuan visa secara langsung ke pemerintah Arab Saudi.
“Jadi tinggal dari aplikasi saja, menjadi lebih mudah. Tinggal pindai sidik jari dan paspor, kemudian terekam secara mandiri. Sekarang tahapannya sudah pada visa bio ini,” ujar Hilman.
Melalui kemudahan teknologi keimigrasian ini, lanjut Hilman, risiko kegagalan terbang akibat kendala administratif diharapkan dapat ditekan hingga nol persen.
“Kelebihannya Jawa Barat mendapat mandat mengajukan langsung jadi lebih mudah pemvisaannya. Makanya sekarang persiapan visa bio, pengajuan ke Arab Saudi. Kami sudah meminta para calon jamaah untuk mempersiapkan segala sesuatunya,” pungkasnya.(ris)











