RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, memperkuat upaya pemenuhan hak anak melalui sejumlah fasilitas dan program pendukung. Mulai dari layanan kesehatan, pendidikan usia dini, perlindungan anak, hingga ruang bermain menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang ramah bagi tumbuh kembang anak.
Berbagai fasilitas tersebut menjadi perhatian Tim Penilai dalam rangka kegiatan monitoring dan evaluasi Kota Layak Anak (KLA) tingkat Kota Bekasi yang berlangsung di Kelurahan Jatiranggon, Kamis (22/10/2026).
Lurah Jatiranggon, Dedy Suryadi, mengatakan upaya mewujudkan lingkungan ramah anak tidak cukup hanya melalui penyediaan fasilitas. Dukungan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan layanan kesehatan juga diperlukan agar kebutuhan serta hak anak dapat terpenuhi.
“Kita akan terus berupaya mewujudkan wilayah Jatiranggon yang ramah anak dan bisa memenuhi kebutuhan anak di setiap lingkungan,” kata Dedy.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Penilai meninjau sejumlah fasilitas dan program pendukung. Di antaranya Forum Anak, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Puskesmas Ramah Anak, TK Islam, Masjid Al Karim, Mental English, PAUD Gelatik, Taman Jatiranggon, Sekolah Sepak Bola (SSB), daycare, serta layanan pendidikan membaca, menulis, dan berhitung (calistung).
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan anak, baik dalam aspek pendidikan, kesehatan, perlindungan, maupun pengembangan minat dan bakat.
Dedy mengatakan, monitoring dan evaluasi KLA juga menjadi kesempatan bagi pihak kelurahan untuk mengetahui hal-hal yang masih perlu diperbaiki dalam pemenuhan hak anak.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, masyarakat, keluarga, lembaga pendidikan, dan fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak. Kelurahan Jatiranggon pun berkomitmen melanjutkan upaya tersebut guna mendukung tumbuhnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan terlindungi.
“Semoga melalui penilaian ini, kita bisa mendapatkan lebih banyak masukan untuk membentuk lingkungan yang lebih layak bagi anak,” tandasnya. (pay)











