Berita Bekasi Nomor Satu

Sembilan Kali Dibobol Maling, Baru Lapor

TUNJUK PLAFON: Korban pencurian, Lea Lelyana (35), menunjuk plafon tempat masuknya maling ke rumahnya, di Perumahan Villa Mutiara Gading II, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id, Bekasi – Aksi pencurian yang dialami Lea Lelyana (35), seorang warga di Perumahan Villa Mutiara Gading II, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, berhasil terekam sebuah CCTV.

Parahnya aksi maling ini tidak hanya satu kali terjadi, melainkan sudah sebanyak sembilan kali. Dari rekaman CCTV yang dimiliki korban, pelaku melakukan aksinya dalam senyap.

“Ini sudah sembilan kali saya kemalingan,” ucap Lea saat ditemui di rumahnya, Senin (7/3).

Lea menceritakan, awalnya pada hari Minggu (27/2) lalu, sekitar pukul 02.30 WIB, ia terbangun untuk membuat susu anaknya.

“Saya selalu membuat susu untuk anak saya tiap malam. Malam itu, ketika buat susu, saya dengar suara pintu dibuka dan ditutup. Saya kira itu anak pertama saya,” tutur Lea.

Ketika Lea mendengar suara tersebut, dirinya pun berinisiatif untuk memanggil anak pertamanya. Namun, ketika dipanggil, Lea justru mendengar suara orang sedang berlari.

“Saya panggil Alex-alex, kok malah dengar suara orang lari. Saya pikir jangan-jangan maling, Lalu saya buka, lihat kamar anak saya, ternyata masih tidur,” bebernya.

Karena takut dan khawatir maling masih berada di rumahnya, Lea pun menelpon tetangga untuk memeriksa bagian bawah kamarnya.

“Saya takutnya itu maling masih di bawah, setelah diperiksa, katanya sudah enggak ada. Saya mulai tenang,” katanya.

Setelah memastikan maling kabur, Lea bersama anak-anaknya mencoba melihat situasi di luar rumah. Para tetangga pun ikut keluar rumah, memantau kondisi, dan mencoba menenangkan Lea sekeluarga.

Selanjutnya, Lea mencoba mengecek CCTV yang terpasang dibeberapa titik di rumahnya. Saat diperiksa, rupanya CCTV-nya mati, diduga lebih dulu dimatikan oleh maling. Salah satu CCTV sudah didorong ke atas.

“Jadi, kameranya sudah dimatikan, soalnya offline. Satu kamera juga dibelokin, diarahin ke atas,” ujarnya.

Meski mati, salah satu CCTV masih merekam aksi maling. Terlihat maling tersebut masuk melalui sisi atap rumahnya, lalu merusak jendela sampai akhirnya masuk ke dalam rumah.

“Jadi masuknya dari komplek perumahan sebelah. Muka maling itu sempat kelihatan, karena sempat lihat ke CCTV,” terangnya.

Aksi pelaku ini menjadi kali kesembilan yang menimpa rumah Lea. Aksi pertama bahkan terjadi saat kediamannya itu sedang dibangun pada 2010 silam.

“Pertama yang dicuri itu peralatan bangunan, seperti linggis, cangkul dan segala macam,” ungkapnya.

Beberapa waktu berselang, rumahnya kembali kemalingan. Pelaku mencuri sebuah celengan dan satu unit komputer tablet.

Dari sembilan kali rumahnya kemalingan itu, kata Lea, pelaku tidak mengincar peralatan elektronik. Pelaku kerap mencuri barang yang mudah dibawa dan yang paling sering HP.

“Sudah nggak keitung berapa HP yang hilang, sepuluh HP lebih kali. Belum laptop, terus pernah juga emas. Celengan saja dua kali hilang, sampai saya nggak simpan celengan lagi,” tandasnya.

Atas pencurian tersebut, Lea sudah melaporkan ke Polsek Tambun, dengan barang bukti (bb) rekaman CCTV. Ini menjadi laporan pertamanya, meski rumahnya sudah disatroni maling sembilan kali.

“Semoga saja ini yang terakhir. Saya harap pelakunya ditangkap dan jera, supaya nggak melakukan lagi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tambun, Iptu Trisno menyampaikan, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait aksi pencurian tersebut.

“Berdasarkan informasi dari korban dan rekaman CCTV, kami tengah melakukan penyelidikan kasus ini,” pungkas Trisno. (pra)