RADARBEKASI, ID, BEKASI — Seorang pria warga negara asing (WNA) asal Korea berinisial SBC (60) ditemukan tewas di rumahnya di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu malam (27/5). Korban ditemukan di ruang makan dalam kondisi bersimbah darah.
Saat ditemukan, korban mengenakan celana panjang abu-abu dan kaus dalam. Sejumlah perabot rumah tampak berantakan. Diduga, SBC tewas akibat kekerasan.
Pada malam kejadian, aparat kepolisian mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, turut berada di lokasi.
Namun, polisi belum menyampaikan keterangan resmi terkait penyebab kematian korban karena proses penyelidikan masih berlangsung. Jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SBC pernah menikah dengan seorang perempuan warga Indonesia berinisial J dan memiliki tiga anak. Pasangan itu disebut telah bercerai. Korban juga diketahui memiliki ruko dan sejumlah kontrakan di sekitar rumahnya.
Seorang warga, Iyan (21), mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh anaknya yang pulang ke rumah.
“Katanya anaknya yang pertama kali menemukan. Saya tadi baru bangun, lalu dari atas saya lihat kondisi sudah ramai,” kata Iyan yang mengontrak di rumah kontrakan korban.
Mendengar keramaian tersebut, Iyan kemudian turun untuk melihat kejadian. Namun, ia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kematian korban karena polisi belum memberikan penjelasan kepada warga sekitar.
“Setelah itu saya turun, katanya bapak pemilik kontrakan sudah meninggal. Katanya sih pembunuhan,” tambahnya.
Menurut Iyan, korban sudah cukup lama tinggal seorang diri di rumah tersebut. Meski jarang terlihat keluar rumah, korban dikenal baik oleh tetangga.
“Sudah lama tinggal di sini, tinggal sendiri. Baik, baik banget. Orangnya juga jarang keluar,” ujarnya.











