Berita Bekasi Nomor Satu

Jalankan Program Berbasis Zonasi

Saepudin, Ketua MGMP IPA SMP Kota Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kota Bekasi yang diketuai oleh Saepudin tengah menjalankan program berbasis zonasi. Program tersebut untuk mempercepat peningkatan literasi dan numerasi para guru.

Organisasi profesi guru ini tersebar di beberapa wilayah yang terbagi menjadi lima subrayon. Dengan adanya program berbasis zonasi, mempermudah para anggota yang berjumlah ratusan untuk mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh MGMP IPA.

“MGMP IPA SMP Kota Bekasi itu anggotanya cukup banyak, ada 487 orang, dimana mereka tersebar di beberapa wilayah. Jadi saya ingin mereka tetap aktif di wilayahnya masing-masing, tidak ada lagi alasan karena jauh harus ke wilayah ini karena setiap kegiatan sudah dibagi menjadi kegiatan berbasis zonasi,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Sabtu (19/3).

Menurut perempuan kelahiran Kuningan ini, literasi dan numerasi menjadi sesuatu yang sangat penting bagi guru IPA. Namun, masih banyak guru yang belum sadar bahwa peningkatan kemampuan penting diikuti.

Terbukti dari total anggota 487 guru, hanya 201 guru yang cukup aktif dalam mengikuti kegiatan. “Memang masih banyak guru IPA yang kurang sadar untuk meningkatkan kompetensinya, terbukti dari beberapa kegiatan yang dilakukan hanya sebagian saja yang aktif. Maka dari itu kita sedang gencar-gencarnya membuat program berbasis zonasi ini agar guru-guru di setiap wilayah bisa aktif dan mendapatkan pendalaman materi yang sama dengan guru-guru lain,” jelasnya.

Dikatakannya, IPA merupakan mata pelajaran yang sangat unik. Sebab di dalamnya mempelajari beberapa materi sekaligus seperti fisika, kimia dan biologi. Sehingga semestinya guru dapat berbagi ilmu melalui adanya organisasi MGMP IPA.

“Guru IPA di sekolah masing-masing itu gak mungkin menguasai tiga materi sekaligus, ada yang menguasai biologi sama kimianya saja, ada juga yang menguasai biologi sama fisiknya saja. Nah, hadirnya peningkatan kompetensi ini kan guru bisa sharing ilmu sesama guru IPA lainnya yang memiliki kemampuan berbeda, jadi saling tukar ilmu aja gitu,” tuturnya.

Dengan berjalannya program berbasis zonasi ini, guru dapat lebih peka untuk mengikuti sejumlah kegiatan yang diselenggarakan oleh MGMP IPA Kota Bekasi. Dengan demikian, kemampuannya dapat meningkatkan di tengah tuntutan mengajar saat ini.

“Sekarang tuntutan menjadi guru itu lebih berat, dimana masa pandemi ini menjadi salah satu tantangan bagi guru. Bagaimana guru harus bisa memberikan materi yang jelas kepada siswa melalui pembelajaran daring. Jadi memang peningkatan guru itu harus benar-benar dimaksimalkan,” terangnya.

Saepudin berharap, setidaknya guru IPA yang terdata dalam MGMP IPA bisa aktif secara menyeluruh. Sehingga program dapat dijalankan bersama dan tentunya kemampuan guru bisa lebih maksimal

Hal itu menjadi penting karena dampaknya siswa akan lebih mudah memahami setiap mata pelajaran yang diberikan.   “Setidaknya semua guru IPA bisa aktif, makanya patokannya sekarang adalah subrayon. Jika subrayonnya aktif tidak ada lagi alasan guru tidak aktif, mereka semua harus aktif karena pendalaman materi yang kita lakukan dampak terbesarnya akan kita berikan kepada siswa,” pungkasnya.

Sehat Modal Awal Beraktivitas

Saepudin masih tetap bugar dan sehat meskipun sudah berusia 56 tahun. Hal itu berkat keaktifannya dalam berolahraga sejak menjadi guru.

Dirinya mengaku, padanya aktivitas sehari-hari membuatnya lebih mudah lelah. Karena terlalu sibuk dengan berbagai kegiatan, saya ingin kesehatan saya tetap terjaga. Salah satunya dengan cara berolahraga secara rutin,” ungkap Saepudin.

Olahraga yang dijalaninya beragam, mulai dari bersepeda, bulu tangkis, dan tenis meja. Dalam sepekan, dirinya menyempatkan diri untuk jalani salah satu olahraga tersebut.

Baginya, kesehatan tetap terjaga. Karena dengan tetap sehat dirinya bisa melakukan aktivitas apapun dengan tidak terkendala kesehatan di dalam tubuhnya.

“Sehat itu modal awal kita melakukan aktivitas, kalo sehat kita bisa melakukan aktivitas apapun. Tapi kalo kita tidak sehat, kita tidak bisa melakukan aktivitas apapun dan saya yakin dengan tetap mengatur jadwal kegiatan olahraga saya secara rutin, insyaallah saya bisa menjaga tubuh tetap sehat,” tuturnya. (dew)

BIODATA

Saepudin

Lahir: Kuningan, 1 April 1966

Riwayat Pendidikan:

  • SDN Kutaraja Kabupaten Kuningan (1979)
  • SMPN Garawangi Kabupaten Kuningan(1982)
  • SMA Muhammadiyah Kuningan (1985)
  • D3 Pendidikan Biologi Universitas Kuningan (1991)
  • S1 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Jakarta (1999)
  • S2 Administrasi Pendidikan Universitas Pakuan Bogor (2016)