Pendidikan

Tiara, Pelajar Pencipta Bantal Sensor Anti-Ngantuk

Berawal Coba-Coba Ternyata Menang Lomba

Tiara
BERINOVASI: Siswa SMK 1 Soreang Tiara Nuraeni menciptakan Bantal Sensor Anti-Ngantuk. Ist

Radarbekasi.id – Ucapan iseng-iseng berhadiah mungkin tepat disematkan pada usaha yang dilakukan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Soreang, Tiara Nuraeni.

Saat mengikuti Lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan (PPKJ) yang digagas Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, awalnya Tiara hanya kepo dan coba-coba mengikuti lomba tersebut. Namun, tak disangka ia berhasil meraih peringkat 2, bahkan lolos ke tingkat provinsi.

”Awalnya sekolah juga enggak tahu karena memang saya enggak ambisius dan coba-coba aja pengen ikutan. Alhamdulillah, ternyata menang,” ungkapnya semringah saat menceritakan pengalamannya, dikutip dalam laman resmi Disdik Jabar, kemarin.

Ia menceritakan, pada lomba tersebut, seluruh siswa diharuskan membuat inovasi untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas. Tiara pun membuat inovasi berupa ”Bantal Sensor Anti-Ngantuk” bagi pengendara mobil.

”Alat ini memanfaatkan sensor detak jantung. Jika sensor tersebut mendeteksi bahwa pengendara sedang mengantuk atau tidak sehat, alat ini akan langsung ngasih notifikasi ke handphone pengendara,” jelasnya.

Inovasi inilah yang mengantarkannya lolos ke tingkat provinsi. Meski hasilnya tak sesukses di tingkat kabupaten, ia mengaku mendapat banyak pelajaran dan apresiasi. Salah satunya dari pihak Jasa Marga yang berencana mengembangkan temuannya tersebut.

”Semenjak ikut lomba, Tiara dapet banyak pelajaran baru, juga tentang cara berkendara dan keselamatan berlalu lintas. Melalui komunitas PPKJ, kita juga sering mengadakan acara sosial,” ungkap siswa kelahiran Bandung, 6 Januari 2002 ini.

Meski awalnya tidak tahu, namun pihak sekolah amat mendukung inovasi siswa kelas XII itu. ”Setelah lolos provinsi, Tiara sharing juga ke guru-guru dan banyak ngasih saran dan masukan,” tuturnya.

Tiara mengaku, inovasi tersebut terinspirasi dari ayahnya yang merupakan seorang sopir. ”Tiara sering denger cerita Ayah. Kadang, beliau cerita sering ngantuk dan kelelahan kalau lagi bawa mobil. Nah, dari situ idenya muncul,” ungkap putri dari pasangan Dadan Hamdani dan Wida Wandayani itu.

Meski saat ini berkecimpung di dunia teknik, siswa yang gemar membaca tersebut berencana melanjutkan pendidikan ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk menjadi seorang guru. ”Iya, saya ingin melanjutkan ke UPI,” harapnya. (oke/tim)

Related Articles

Back to top button