BekasiMetropolis

Kisah Tenaga Medis di Puskesmas Arenjaya

Jalankan Tugas Sepenuh Hati, Ajak Warga Tetap Dirumah

Tenaga-Medis
FOTO BERSAMA : Kepala UPTD Puskesmas Arenjaya, dr Dwi Wahyuningsih bersama tim dokter di ruang kerjanya, Selasa (21/4). IST/RADAR BEKASI

Radarbekasi.id – Tenaga medis di UPTD Puskesmas Arenjaya berupaya semaksimal mungkin dalam menangani tugas. Apa saja yang dilakukan. Simak laporannya.

UPTD Puskesmas Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi menjalani tugasnya dengan sepenuh hati dan tulus guna menangani penyebaran Covid-19 secara serius. Antara lain, selalu melakukan pemantauan dan tracking ke orang-orang yang pernah berkomunikasi dengan warga terindikasi Covid-19, baik itu ODP, PDP, maupun positif.

Kepala Puskesmas (Kapus) Arenjaya, dr Dwi Wahyuningsih menjelaskan, tim dokter yang bertugas saling bahu-membahu untuk bekerja maksimal menekan penyebaran Covid-19. Yakni, dengan cara melakukan kolaborasi kepada tim Satgas di masing-masing Rukun Warga (RW) yang telah dibentuk untuk bisa melaporkan setiap kasus yang terjadi, sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

“Jadi, kita selalu kolaborasi dengan warga baik dari Satgas Covid-19 di tiap RW, dan tim pembina wilayah (Binwal) kami juga. Selain itu, kita juga menjalin kerja sama ke setiap rumah sakit swasta apabila di sana ada warga yang berobat, sehingga semua terpantau,” kata dr Dwi saat ditemui di ruangannya, Selasa (21/4).

Lebih jauh, diakui Dwi, sampai saat ini langkah yang dilakukan pihaknya pun masih berjalan dengan lancar dan baik. Sehingga dari kasus-kasus Covid-19 di wilayah Arenjaya semua bisa terpantau. Bahkan, langkah ini pun akhirnya mengungkap sejumlah kasus.

Perlu diketahui, jumlah kasus di lokasi ini tidak sama dengan data resmi Gugus Tugas Pemkot. Jumlah ODP ada sebanyak 109, PDP 13, dan positif 9, ditambah empat orang menunggu hasil PCR.

“Dari data ini kami sampaikan tidak sama dengan data resmi yang ada di web Gugus Tugas Covid-19, dimana perhari ini didata itu, ODP hanya 19, PDP 6, dan terkonfirmasi positif 8,” tambahnya.

“Kenapa beda, karena data resmi itu kan hanya mengandalkan dari RS saja, sementara kita hasil pantauan di lapangan melalui tracking setiap orang yang ada di sekitar ODP, PDP, dan yang positif. Dan sejauh ini, kita pun menemukan penyebaran virus dari mereka yang terdata itu sudah menular ke warga sekitarnya. Jadi, kita tak mau andalkan data, tapi kita inisiatif mentracking secara intensif ke sekitarnya juga,” paparnya.

Dwi menuturkan, proses tracking ini dilakukan pihaknya kepada korban atau orang sekitarnya dengan cara rapid test dan test PCR. Kemudian setelah itu diberikan juga obat virus untuk tujuh hari, dan terakhir meminta kepada setiap warga itu melakukan karantina mandiri di rumahnya.

Dia menyatakan, proses dilakukan dengan bertahap untuk test PCR pun kita lakukan dua kali, baik yang hasil tes pertama PCR negatif atau positif.

“Untuk yang negatif kita kasih obat buat 7 hari, sedangkan yang positif kita kasih obat virus selama 5 hari sambil lakukan karantina mandiri, setelah itu baru di hari ke 7 kita tes PCR lagi. Adapun selama proses ini kita pantau juga kesehatan mereka lewat pesan whatsap,” tuturnya.

Terakhir, Dwi pun mengimbau, dari data ini pihaknya sangat berharap peran maksimal semua masyarakat agar benar-benar disiplin dan patuh dengan aturan PSBB yang telah diberlakukan di Kota Bekasi khususnya di Arenjaya. Yakni dengan cara, diam di rumah, selalu menggunakan masker saat beraktifitas di luar, dan lain-lain.

“Kami lihat kondisi penyebaran virus ini bukan lagi tanggungjawab dari pihak pemerintah, tapi masyarakat punya peran sentral untuk memutus rantai penyebaran virus ini dengan cara mengikuti aturan PSBB,” katanya.

“Ayolah, kita sama-sama terapkan aturan yang ada, semua demi masa pandemi Covid-19 berakhir di negeri ini, dan tentu merupakan harapan kita bersama sebagai warga negara, sudah cukup derita dan kesulitan saudara-saudara kita, mari bersama-sama kita berjuang melawan virus ini,” pungkasnya.(mhf)

Related Articles

Back to top button