Metropolis

Bapenda Monitoring Potensi PAD

Tekan Dampak Pandemi Covid-19

ILUSTRASI: Suasana kawasan pusat kota di Bekasi Selatan Kota Bekasi, Senin (27/4). Bapenda Kota Bekasi terus memonitoring potensi pendapatan, tekan dampak pandemi Covid-19 terhadap PAD Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Adanya wabah Covid-19 dipastikan berimbas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi yang mengalami penurunan. Hal itu menjadi perhatian serius Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi.

Capaian PAD  mengalami penurunan  cukup signifikan di bulan April 2020 ini yang hanya menyentuh angka Rp49 miliar. Berbeda dengan PAD di  Januari yang mencapai Rp96 miliar, Februari Rp 109 miliar dan Maret Rp 115 miliar.

Selain turut serta menekan penyebaran Covid-19, Bapenda juga berupaya agar PAD Kota Bekasi bisa kembali stabil.

“Salah satunya kita melibatkan semua unsur yang ada di wilayah masing-masing kecamatan dan kelurahan serta UPTB-UPTB di setiap kecamatan untuk terus memonitor potensi-potensi yang dapat menghasilkan PAD,” kata Sekretaris Bapenda Kota Bekasi, Dian Damayanti kepada Radar Bekasi, di ruang kerjanya, Senin (26/4).

Sejumlah program juga digagas supaya PAD bisa kembali stabil menyusul target tahun 2020 ini mencapai Rp 3 triliun.

“Memang kita memiliki target PAD tahun ini Rp 3 triliun dan hingga sekarang ini kita baru mencapai 30 persen,” ujarnya.

Lanjutnya, PAD yang terus menurun ini di karenakan beberapa faktor salah satunya menurunkan kegiatan ditengah pandemi covid-19 dan tutupnya berbagai jenis usaha yang berpotensi menyumbang PAD untuk Kota Bekasi.

Diantaranya pendapatan dari sektor pajak restoran, hotel, tempat hiburan, parkir, pusat perbelanjaan dan lainnya.

Pihaknya berharap situasi cepat kembali normal, sehingga para pelaku usaha dapat membayarkan kewajibannya. Kendati demikian, sejumlah peluang potensi PAD coba dimaksimalkan Bapenda.

“Saya harap kondisi Covid-19 ini cepat berlalu, sehingga PAD kita akan kembali stabil. Untuk mencapai target kita akan terus melakukan penarikan PBB dan BPHTB ke masing-masing wilayah dengan melakukan door to door,” ungkapnya. (adv/pay)

Related Articles

Back to top button