Bekasi

Kelabui Polisi, Puluhan Truk Angkut Pemudik

PERIKSA TRUK : Petugas kepolisian memeriksa truk yang melintasi Check Point penyekatan pemudik di Kedungwaringin Kabupaten Bekasi, Selasa (28/4). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – ‘Tidak Ada Rotan Akarpun Jadi’. Peribahasa ini pantas disematkan kepada warga yang nekat mudik menggunakan kendaraan truk, karena tidak ada lagi angkutan umum. Ya, agar lolos dari pantauan aparat kepolisian, sejumlah warga nekat mudik ke kampung halaman dengan menggunakan truk.

Cara ini digunakan pemudik untuk mengelabui aparat kepolisian agar bisa lolos dari penjagaan selama masa larangan mudik. Larangan mudik diberlakukan pemerintah sejak 24 April untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Kemarin, puluhan kendaraan truk yang melintas di pos pemantauan di wilayah Kedungwaringin harus diputar balik oleh pihak kepolisian yang berjaga. Pasalnya truk tersebut diketahui membawa orang yang akan mudik ke kampung halamannya.

Terlihat, para pemudik ada yang duduk maupun tiduran di dalam bak truk menggunakan alas seadanya. Mereka juga membawa kardus dan tas. Petugas kepolisian yang melakukan pemeriksaan langsung meminta para pemudik turun.

Salah seorang pemudik, Edi  mengaku nekat menggunakan truk, karena tidak ada bus. ”Karena enggak boleh menggunakan bus. Saya enggak tahu kalau bakalan ada razia,” ujarnya seraya langsung pergi menghampiri rekan lainnya, Selasa (28/4).

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan mengaku para pemudik berupaya melabuhi petugas yang berjaga dengan menggunakan kendaraan-kendaraan logistik, seperti angkutan barang, truk. Bahkan menggunakan kontainer, dengan kamuplase kendaraan tersebut membawa barang.

“Jadi mereka (pemudik) melakukan upaya-upaya lain dengan menggunakan kendaraan-kendaraan logistik, dengan kamuplase kendaraan itu membawa barang, tapi saat kita cek isinya orang, ternyata orang-orang itu mau mudik. Tadi langsung kita turunkan,” ujarnya saat diminta keterangan di pos penyekatan di Kedungwaringin.

“Hari ini cukup banyak kendaraan-kendaraan logistik yang membawa para pemudik. Kira-kira ada puluhan kendaraan,” sambungnya.

Menurutnya, pemudik yang menggunakan bus untuk pulang ke kampung halamannya lebih mudah diketahui, mana yang jarak jauh maupun yang jarak dekat. Bahkan, termasuk jarak dekat juga dilarang, misalkan dari Kerawang mau ke Bekasi dan sebaliknya.

Hendra memastikan, orang-orang yang akan berangkat mudik tidak akan bisa lolos, karena semua jalur alternative menuju Kerawang sudah dilakukan penjagaan baik ditingkat Polsek maupun Polres, mulai dari Kedung Waringin, Pebayuran, termasuk di Cabang Bungin.

Kendati demikian Hendra menegaskan, dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua ini tidak ada tindakan tegas yang diberikan kepada orang-orang yang masih melakukan pelanggaran, kecuali sudah tidak bisa diberikan himbauan, baru akan ada penegakan hukum.

“PSBB kedua ini kita kedepankan upayah preventif dan persuasif, untuk penegakan hukum itu upaya terakhir kalau memang semuanya tidak bisa dilakukan,” ucapnya. (pra)

Related Articles

Back to top button