Metropolis

Ratusan Pengendara Dipaksa Putar Balik


DIHALAU: Pengendara yang diduga akan mudik ke kampung halaman dihalau petugas di Jalan Sultan Agung, Medansatria, Selasa (28/4). Larangan mudik dan penerapan PSBB dilakukan, guna menekan penyebaran Covid-19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hingga hari keempat diberlakukannya larangan mudik, total 234 kendaraan baik roda empat maupun roda dua dipaksa putar balik oleh petugas saat memasuki wilayah Kota Bekasi. Selain diminta putar balik, pengendara juga diberikan surat teguran tertulis.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Wijonarko menyebut pengecekan kendaraan dilakukan diantaranya dengan memeriksa KTP, plat nomor kendaraan, dan barang bawaan.

“Hasil evaluasi kita mulai tanggal 24 april 2020 sampai hari ini, sudah kita lakukan penindakan 234 baik itu roda dua dan  roda empat yang melakukan pelanggaran . Baik itu PSBB, maupun pelanggaran mudik . Dalam pelaksanaanya kita putar balik, sebelumnya kita minta mereka isi surat teguran,” ungkapnya saat ditemui di titik penyekatan Jalan Sultan Agung, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, Selasa (28/4).

Untuk mengantispasi pemudik melalui jalan alternatif atau jalan tikus, pihaknya berkoordinasi dengan petugas kepolisian di wilayah Jakarta Timur. Secara keseluruhan ada 34 jalan perbatasan Kota Bekasi dengan DKI Jakarta, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor.

“Karena dalam pelaksanaan nya berlapis, mungkin lolos di Bekasi, tapi di Kabupaten Bekasi masih ada penyekatan, lalu Karawang dan seterusnya. Kalau dari sini lolos tapi di Karawang diputar balik, otomatis yang rugi yang bersangkutan. Jadi mending dari awal tidak mudik,” lanjutnya.

Sementar itu, di lokasi yang sama, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas), Irjen Istiono dalam kunjungannya di titik penyekatan Jalan Sultan Agung menyampaikan hasil evaluasi penyekatan di jalan arteri sudah cukup baik. Penyekatan selama empat hari ini dinilai efektif untuk menghalau pemudik.

“Secara nasional keseluruhan dari lampung dan Jawa Timur 9.333 yang sudah diputar balik. Kemudian check poin yang sudah dibangun semua berjalan efektif. Indikasi mereka yang mudik ini dari hari ke hari sudah mulai menurun,” ungkapnya.

Terkait dengan sanksi, Istiono memastikan sanksi bagi pengendara yang nekat mudik hanya diputar balik. Pasalnya, operasi ketupat yang dilaksanakan lebih awal ini merupakan operasi yang bersifat kemanusiaan, penegakan hukum yang dilakukan lebih bersifat persuasif.

Berbagai alasan warga tetap mudik beragam. Diantaranya karena alasan sudah tidak lagi memiliki penghasilan, serta kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan bantuan pemerintah tak kunjung mereka terima.

“Semua lagi disisir,  masyarakat yang tidak punya pekerjaan mapun yang tidak mendapat bantuan sosial, Polri menyisir . Di wilayah paling ujung di Polres, Polri menyiapkan 25 ton beras di sana bagi masyarakat yang kelaparan, Polri akan aktif memberikan bantuan,” tukasnya.

Sementara modus yang dilakukan oleh pemudik diantaranya menggunakan truk kontainer akan diperiksa. Pihaknya mengkhawatirkan penumpang mengalami lemas karena kekurangan oksigen. Kedua, akan membahayakan jika ada yang tertular, bahkan lebih lanjut akan menularkan virus kepada masyarakat di kampung halaman. (sur)

Related Articles

Back to top button