Cikarang

Obon: Jangan Manfaatkan Covid-19 untuk PHK Karyawan

Caption F-Insert: Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni meminta agar sejumlah perusahaan tidak memanfaatkan wabah virus corona (Covid-19) untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, secara sepihak dan mengabaikan hak-hak normatif pekerja-nya.

Tapi Obon menegaskan, bagi perusahaan yang melakukan PHK, harus sesuai aturan. Tidak se enaknya dalam memberhentikan karyawan begitu saja.

“Covid -19 ini jangan dimanfaatkan untuk mem-PHK karyawan atau telat bayar Tunjagan Hari Raya (THR).  Sebab, perusahaan tersebut sudah untung berpuluh- puluh tahun. Masa hanya karena dua bulan saja, langsung rugi, dan orang- orang (pekerja) dibabad habis. Untung yang puluhan tahun kemana. Kadang kadang licik juga perusahaan itu,” kata Obon kepada Radar Bekasi, Minggu (3/5).

Lanjut Obon, dengan adanya wabah Covid-19 dan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), jangan dimanfaatkan untuk mencari alasan dalam PHK atau pemutusan kontrak. Karena diketahui, ada beberapa mekanisme yang harus diambil perusahaan sebelum melakukan PHK.

“Jangan malah Covid-19 ini dijadikan sebagai aji mumpung. Sebenarnya, Covid-19 ini paling lama juga empat bulan. Lalu untung perusahaan selama puluhan tahun itu dikemanakan? Sehingga,  baru beberapa bulan saja terdampak, langsung melakukan PHK, dan itu tidak logis,” tegasnya.

Meki begitu, Obon sendiri tidak menampikkan jika PHK sudah menghantui para buruh di Kabupaten Bekasi, begitu  juga di wilayah lain-nya.

Untuk jumlah resmi perusahaan yang terdampak wabah Covid-19, Obon sendiri belum memiliki data resmi. Namun secara umum, penyebab utama perusahaan tidak beroperasi karena tidak adanya bahan baku, itu hanya baru hitungan bulan

“Industri di tengah wabah Covid-19 ini, ada untung rugi-nya. Misalnya, perusahaan yang memproduksi Alat Kesehatan )Alkes) malah meraup keuntungan besar,” terangnya.

Namun, Obon berharap,  sebelum melakukan PHK, perusuahaan harus melihat mekanisme dan aturan yang ada. Misalnya, sebelum PHK ada proses pertama, yakni audit tahun terkahir untung ruginya. (dan)

Related Articles

Back to top button