Metropolis

Ini Kata Wawalkot Bekasi Soal Salat Ied di Masjid, Larangan Pemerintah Pusat dan New Normal

Tri Adhianto
Tri Adhianto

BEKASI, RADARBEKASI.ID – Pemkot Bekasi mengizinkan 41 kelurahan di wilayah setempat untuk melaksanakan Salat Idulfitri. Bagaimana persiapannya ?. Apa saja yang dilakukan Pemkot Bekasi.

Berikut petikan wawancara dengan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto di Kawasan Bekasi Timur, Jumat (22/5/2020) sore.

Apakah Salat Ied berjemaah di Masjid yang ada 41 kelurahan se-Kota Bekasi jadi dilaksanakan Pak ?

Salat Ied jadi, terakhir itu kita tadi komunikasi dengan LO-nya Jawa Barat, kepala Dinas Infokom, terkait kita mengklarifikasi terkait dengan (zona) merahnya Kota Bekasi karena ternyata ada beberapa data yang kemudian tidak signifikan, apple to apple.

Terkait dengan misalnya, jumlah yang sudah terkena (terkonfirmasi positif Covid-19). Kita punya data sekitar 200-an tapi mereka menulis sekitar 300-an. Nah ini data yang harus diklarifikasi.

Kemudian tingkat TR-nya, jadi artinya berapa besar tingkat untuk dapat menyebarkan kepada orang lain Kota Bekasi kan sudah 0,71. Artinya, kalau saya positif belum tentu sebenarnya saya akan memberikan efek positif kepada orang lain, karena masih 0,71.

Kalau DKI kan dari empat sekarang jadi 1,1 jadi artinya dia masih berpengaruh kalau satu orang positif kemungkinan akan menyebabkan orang lain positif satu, kemudian  data terkait dengan data ODP, PDP, ini yang masih kita klarifikasi.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat, apakah memang kita bisa naik nilainya di atas 14, karena kemarin itu nilai kita 12 menurut perhitungan dari gubernur.

Berarti Pemkot Bekasi berupaya untuk merubah status menjadi zona hijau ?

Kita berupaya dengan menampilkan data yang faktual. Kalau kemarin kan dia hanya berdasarkan menampilkan data dan menampilkan data mungkin dari berbagai sumber

Apakah Pemkot Bekasi tidak khawatir pelaksanaan Salat Ied akan menimbulkan cluster baru ?

Betul kekhawatiran itu muncul, tetapi saya justru melihat ini sebagai satu progres kita karena tahap PSBB kita kan tanggal 26 selesai. Jadi ada tanggal-tanggal yang menurut saya yang memang harus diperhatikan nih.

Ada 26 PSBB Bekasi selesai, kemudian ada 29 PSBB di Jawa Barat selesai. Ada 1 Juni yang menurut arahan Menko Ekoin bahwa akan mulai ada kelonggaran terkait PSBB, emudian ada 4 Juni PSBB DKI.

Dan sinyal-sinyal ini semua adalah sebetulnya adalah sinyal-sinyal untuk kemudian tidak melanjutkan PSBB.

Artinya apa ?, artinya bahwa memang PSBB akan dilonggarkan, PSBB kemudian dengan pola yang lebih rinci lagi. Jadi tidak skala kota, tapi mungkin nanti bisa saja dengan skala kelurahan seperti ini atau mungkin lebih spesifik dengan skala RW gitu loh

Justru dengan adanya kita memiliki data yang cukup, begitu nanti kita lihat pada saat proses yang namanya Salat Ied akan muncul nggak seperti apa yang kita khawatirkan,  kenapa ?.

Kita kan sudah cukup maju loh Kota Bekasi. Dengan melakukan tes pcr, tes rapid yang dilakukan di jalan, di terminal, di pasar, menunjukan bahwa itu kecil.

Kita melempar 900 yang ada nggak sampai 10 dan itu relatif bukan warga Kota Bekasi. 700 kita buang di 14 pasar, ternyata di wisma asri dua-duanya bukan warga Kota Bekasi, Kabupaten maupun dari Bogor. Ini menunjukkan sebenarnya di internalnya kota bekasi sendiri terkendali.

Karena pada saat nanti menentukan apakah kita melanjutkan PSBB ini lanjut atau tidak, kita lihat lagi ODP-nya, ktia lihat lagi PDP-nya, kita lihat lagi yang postifnya, kita lihat kemampuan dari rumah sakit kita.

Sekarang memang masih ada 25 yang positif, tapi yang di RSUD mungkin ada lima atau enam. Mungkin waktu berjalan akan berkurang. Dari 6 itu yang 3 positif dan yang 3 itu masih dalam proses PDP

Jadi, kita sudah menyiapkan sarananya sampai 116 bed walaupun kita tidak berharap tiba-tiba besok akan terjadi jumlah yang dikhawatirkan.

Karena apa, orang salat mudah-mudahan dia dari rumah sudah bersih, kemudian mudah-mudahan menggunakan baju yang baik, kemudian sudah mempersiapkan diri dengan protokoler kesehatannya, bawa masker, kemudian social distancenya, kemudian yang paling utama yang kita imbau adalah jangan bersalam-salaman dan jangan berangkat untuk halal bihalal. Karena nanti akan sulit untuk mentracking-nya kalau ditemukan warga masyarakat yang memang positif

Jangan pernah menganggap bahwa penyakit ini adalah aib, jangan pernah mindset-nya bahwa ini adalah berbahaya. Sense of crisis harus tetap ada, tapi yakinlah kalau sejak awal kjita tahu bahwa seseorang itu positif akan lebih mudah melakukan threatment-nya, kita akan lebih mudah melakukan trancking-nya.

Jadi hafalin kalau perlu saat salatnya, tadi saya salat di sini, ketemu di jalan dengan ini, kiri kanan dengan ini. Sehingga pada saat nanti seseorang itu positif, nanti kita akan lihat tracking-nya.

Pasti akan kita lakukan tes secara masif, karena kita masih memiliki cadangan sekitar 7000 rapid test kit dan ini akan kita lakukan nanti separuhnya adalah untuk masjid-masjid yang sudah mendapatkan rekomendasi untuk melaksanakan salat.

Sehingga nanti sebelum salat kita akan mengambil sampel minimal tiga sampai empat orang di setiap tempat ibadah tadi. Sehingga kita bisa yakinkan, selama itu dijalankan insya allah lah

Dan hari ini hampir 240 ribu masker kita lepas, handsanitizer kita serahkan kepada masjid-masjid atau tempat-tempat yang akan dijadikan tempat ibadah .

Kemudian juga kita yakinkan kelurahan kecamatan untuk membuat tim, sehingga bisa melakukan pengawasan.

Sehingga memang diharapkan adalah orang yang salat adalah tingkat RW. Kita pastikan adalah bahwa orang yang datang adalah lingkungan kita yang kita tahu latar belakangnya kemudian pola perjalanannya. Kalau semua dilakukan secara tertib, disiplin, insyaallah apa yang menjadi kekhawatiran tidak terwujud. Tapi tentunya berdoa.

Pemerintah pusat melarang pelaksanaan Salat Ied, bagaimana tanggapannya Pak ?

Saya kira bukan kita melawan apa yang dari pusat, tetapi dari data dan kemungkinan analisa yang ada. Ini kan kajian ini kan dilakukan secara saintis, ini adalah faktanya. Nah antisipasinya juga ini sudah kita lakukan

Karena itu tadi, kalau kita semakin tidak pernah mempersiapkan diri kita juga tidak pernah tahu nih penyebarannya akan seperti apa. Sehingga pada saat nanti kita melonggarkan PSBB kita juga masih semuanya dalam kerangka coba-coba

Tapi kalau nanti ini sudah kita yakinkan ternyata di 41 kelurahan ini clear, kan berarti konsentrasi bagaiman menyelesaikan di yang 15 kelurahan tadi.

Jadi tentunya kita segenap aparatur mepersiapkan dengan seoptimal mungkin, jadi jangan pernah ada kata, Bekasi Terserah

Apakah ini upaya Pemkot Bekasi mempersiapkan New Normal ?

Iya new normal tadi, jadi menyiapkan itu bukan karena dilepaskan begitu saja. Tapi karena memang ada tahapan yang kita lakukan, ada prosesnya, jadi nggak kira-kira, nggak ujuk-ujuk, tapi berdasarkan data dan analisa yang kuat.(neo)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + fourteen =

Close