Berita UtamaPendidikan

SMP Siap Hadapi PPDB

PPDB
ILUSTRASI: Suasana SMP di Cikarang Timur Kabupaten Bekasi. SMP di wilayah setempat siap hadapi PPDB tahun ajaran 2020/2021 meskipun juknis sebagai pedoman pelaksanaan belum keluar. Dani Ibrahim/Radar Bekasi

Radarbekasi.idSMP di Kabupaten Bekasi siap hadapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 meskipun petunjuk teknis (juknis) sebagai pedoman pelaksanaan belum keluar.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Bekasi Rija Sudrajat mengatakan, operator di 114 sekolah siap menghadapi PPDB. Menurutnya, PPDB akan dihelat sepenuhnya secara daring (online) mulai 16 Juni 2020.

Demikian juga dengan kapasitas jaringan, dipastikan siap tak ada kendala dari masing-masing sekolah. Menurut Rija, para operator nantinya akan mendapatkan pelatihan dari panitia PPDB.

“Untuk kesiapan operator sendiri, semua sudah siap. Tidak ada kendala, soal jaringan sendiri, semua sekolah smp tidak terkendala. Biasanya, akan ada pelatihan, itu nanti setelah keluarnya juknis (petunjuk teknis),” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (2/5).

Secara teknis, kata dia, pelaksanaan PPDB daring memiliki kesamaan dengan sebelumnya. Perbedaan terletak pada proses verifikasi, dimana, tahun sebelumnya dilakukan secara langsung dan tahun ini daring.

“Calon siswa dan orang tua yang menentukan. Kita sudah mulai melakukan sosialisasi,” imbuhnya.

Terkait kepanitiaan pada tiap sekolah, Rija menjelaskan, sudah terbentuk. Meskipun, untuk juknis sampai detik ini masih belum rampung dan masih menunggu tanda tangan Bupati Bekasi.

“Kepanitiaan sudah di bentuk di tiap sekolah. Hal ini, mengacu pada persiapan yang haru matang, juga menyusul intruksi yang di sampaikan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi,” bebernya.

Dilain tempat, persiapan kepanitiaan dilakukan pihak SMPN 5 Tambun Selatan sejak jauh hari. Ketua Panitia PPDB SMPN 5 Tambun Selatan, Taupik menjelaskan persiapan dini sebelum keluarnya junis dianggap perlu.

Sekalipun juknis dikeluarkan di waktu yang mepet, tim kepanitiaan tidak akan kesulitan untuk beradaptasi.

Lagipula, kata dia, untuk PPDB perbedaannya hanya sedikit. Yakni, hanya pada jadwal pendaftaran ulang atau verivikasi. Dimana, sebelumnya dilakukan langsung namun tahun ini dilakukan secara langsung melalui daring oleh orang tua.

“Artinya, segala kemungkinan pada regulasi PPDB nanti, tentunya akan langsung di adaptasikan. Panitia, tetnunya sudah kita matangkan dari sejak dini. Kita juga, sudah mulai mekakukan sosialisasi melalui online dan oleh guru ke warga dan warga ke tiap orang tua,” katanya.

Sementara itu, tidak ada persiapan lain yang dilakukan. Kaitan dengan sosialisasi langsung dari pihak sekolah melalui banner dan lainnya masih belum dilakukan. Karena dalam hal ini, diperlukan rujukan yang tepat.

“Untuk spanduk dan lainnya belom. Kalau itu nanti, setelah juknis keluar,” tukasnya. (dan)

Related Articles

Back to top button