BekasiBerita UtamaCikarang

Perbaikan Stadion Wibawa Mukti Ditunda

Anggaran Belum Turun

PERAWATAN RUMPUT : Seorang pekerja sedang melakukan perawatan lapangan dengan cara memangkas rumput di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/6). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Renovasi Stadion Wibawa Mukti (WBM) di Cikarang, Kabupaten Bekasi berpotensi ditunda. Sebab, Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 20 miliar yang merupakan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) belum turun.

“Memang untuk tahun ini perbaikan Stadion Wibawa Mukti ditunda, karena kan ada rasionalisasi anggaran dampak dari masalah Covid-19,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Budaya (Dispora) Kabupaten Bekasi, Rahmat Atong, Rabu (24/6).

Ia menjelaskan, rencananya anggaran DID diperuntukkan untuk memperbaiki beberapa bagian Stadion Wibawa Mukti, sehingga bisa digunakan untuk ajang sepak bola skala internasional, yakni Piala Dunia 2021.

Adapun bagian yang akan diperbaiki, tambah Rahmat, yaitu lapangan serta rumput, bangku stadion, ruang ganti para pemain, termasuk beberapa fasilitas pendukung, seperti tempat fitnes, AC, dan shower untuk para pemain.
Namun, rencana tersebut harus ditunda.

“Meksi demikian, kami tetap masih yakin jika perbaikan Stadion Wibawa Mukti ini akan diperbaiki. Walaupun belum ada kepastian jika stadion ini akan digunakan saat Piala Dunia U-20 pada tahun 2021,” kata Rahmat.

Lanjut Rahmat, rencana piala dunia U-20 akan diselenggarakan pada Juni 2021. Sehingga, apabila anggaran 2021 yang akan digunakan untuk memperbaiki Satdion Wibawa Mukti, masih bisa terkejar.

“Secara keseluruhan, kondisi stadion sudah layak, hanya butuh penyempurnaan. Jadi, apabila memang Stadion Wibawa Mukti digunakan untuk Piala Dunia U-20, maka perbaikan-nya bisa dilakukan secepatnya,” terang Rahmat.

Diberitakan sebelumnya, Disbudpora Kabupaten Bekasi meyakini, bahwa Stadion Wibawa Mukti akan menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

Bahkan pelatih Timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong mengkritik kualitas rumput stadion milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi itu saat melakukan latihan perdana.

”Kami akan memperbaiki semua fasilitas yang ada di dalam stadion. Terkait adanya kritikan tersebut, menjadi penyemangat bagai kami untuk menyambut Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 mendatang,” janji Rahmat, Selasa (14/1 lalu).

Sekadar diketahui, Timnas U-19 Indonesia melakukan latihan perdana di Stadion Wibawa Mukti, Senin (13/1). Seusai menjajal latihan perdana, Shin Tae-yong mengomentari kualitas lapangan stadion tersebut.

”Memang kalau dilihat dari luar, kondisi lapangan bagus. Tapi di dalam ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” bebernya.

Menurut juru taktik asal Korea Selatan ini, kondisi lapangan yang tidak ideal membuat para pemain rentan mengalami cedera.

”Jadi, para pemain harus berhat-hati saat berlatih di lapangan itu,” ucap Shhin mengingatkan.

Sementara menurut Rahmat, pihaknya sudah langsung menghubungi rekanan yang bertanggung jawab merawat stadion, khusus nya untuk lapangan dan rumput.

”Rekanan ini juga merawat stadion Geloa Bung Karno (GBK), jadi sudah kami anggap bonafit,” beber Rahmat.

Dia mengungkapkan, rumput serta lapangan nantinya akan diratakan dengan cara menambahkan pasir sesuai dengan standar lapangan sepak bola. Bahkan Rahmat meyakini, sejauh ini jika Stadion Wibawa Mukti akan digunakan sebagai venue Piala Dunia U-20 di 2021 mendatang.

”Wajar ada kritikan, dan kami berterima kasih. Kritikan itu kami anggap sebagai hal positif, sehingga bisa melakukan perbaikan dan membenahi stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bekasi dan secara umum jadi kebanggaan Indonesia,” ucap Rahmat.

Ditambahkan Rahmat, keseriusan pihaknya agar Stadion Wibawa Mukti menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20, Pemkab Bekasi sudah menganggarkan sekitar Rp25 miliar untuk memperbaiki stadion tersebut dari Anggara Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.

Anggaran tersebut dikhususkan untuk perbaikan Stadion Wibawa Mukti untuk menyambut Piala Dunia U-20 2021. Adapun Rp 4,5 miliar untuk biaya rumput, fasilitas berendam dan kebugaran atau fitness Rp 1,8 miliar, serta Rp 3,5 untuk perapihan tempat duduk stadion baik untuk VIP mupun tribun penonton.

Kemudian, untuk persiapan lima stadion pendukung buat latihan pemain dan wasit sebesar Rp 15 miliar. Diantaranya, dua stadion disediakan rumput sintetis dan tiga lapangan rumput biasa, serta fasilitas pendukung lainnya.

”Menurut kami, dengan adanya kritikan tersebut menjadi penyemangat bagi kami untuk membenahi kualitas Stadion Wibawa Mukti, sehingga dapat digunakan sebagai venue Piala Dunia, termasuk ajang sepak bola tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Rahmat. (and)

Close