Cikarang

Alasan Covid-19, Tak Ada Perbaikan Sekolah

VERIFIKASI DATA: Sejumlah orangtua murid menunggu verifkasi data Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 1, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (29/6). ARIESANT/RADAR BEKA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Mantan Ketua BEM STAI Nur Elghozi, Ahmad Baihaqi, menyesalkan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang tidak melakukan pembangunan atau perbaikan sekolah yang rusak tahun ini.

Menurut dia, tidak adanya aktivitas belajar mengajar selama pandemi Covid-19, seharusnya Pemkab Bekasi bisa lebih maksimal dalam melakukan perbaikan ruang kelas yang rusak sebagai sarana dan prasana fasiltas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi para murid.

“Ini sangat disayangkan, anggaran sebesar Rp 174. 400. 000. 000 tidak digunakan untuk pembangunan maupun perbaikan fasilitas sekolah. Padahal, banyak bangunan sekolah di Kabupaten Bekasi yang sudah tidak layak digunakan, sehingga butuh perbaikan,” kritik Baihaqi, Senin (29/6).

Menurutnya, dengan adanya masalah Covid-19 yang harus memangkas kegiatan ataupun anggaran, tidak seharusnya mengorbankan sarana pendidikan, karena pendidikan itu menjadi prioritas kegiatan.

“Membangun dan memperbaiki sekolah ini kan harusnya skala prioritas. Adanya pemangkasan anggaran kegiatan, sama saja tidak ada keseriusan Pemkab Bekasi dalam mencerdaskan anak bangsa. Karena jika fasilitas pendidikan mendukung dan layak, sama saja keseriusan pemerintah untuk menciptakan generasi didik yang berkualitas,” terang Baihaqi.

Sementara itu, informasi yang dihimpun Radar Bekasi, Pemkab Bekasi berencana membangun dan memperbaiki 390 ruang kelas yang kemudian dibatalkan. Untuk kegiatan tersebut juga sudah dianggarkan Rp 174. 400.000. 000, dengan 56 kegiatan.

Kegiatan tersebut, diantaranya tujuh Unit Sekolah Baru (USB), Ruang Kelas Baru (RKB) SD 10 kegiatan, RKB SMP tiga kegiatan, rehab total SD 24 kegiatan, dan rehab total SMP 12 kegiatan.

“Jadi kegiatan tersebut dihapuskan, dan akan direlokasikan pada rencana pembangunan tahun anggaran 2021. Masalah ini juga sudah dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Iman Nugraha.

Iman menjelaskan, kegiatan ini dibatalkan, karena masa pandemi Covid-19. Mayoritas lokasi sekolah ada-nya di dalam perumahan serta permukiman. Sehingga dikhawatirkan, nantinya dapat menjadi polemik di tengah masyarakat.

Sebab, lanjut Iman, dalam pekerjaan pasti banyak aktivitas yang mengumpulkan orang banyak. Oleh sebab itu, pihaknya menunda pembangunan.

“Jadi pertimbangan-nya, kami tidak kerjakan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” beber Iman.

Meski demikian, lanjut Iman, untuk memaksimalkan fasilitas sekolah, pada tahun ini masih ada kegiatan perbaikan yang sifatnya pemeliharaan.

“Memang untuk perbaikan skala besar tidak ada, namun untuk pemeliharaan tetap jalan. Bahkan hingga saat ini, sudah ada yang berjalan untuk perbaikan SDN 02 Sertajaya, Cikarang Timur, untuk pemasangan paving blok, kemudian pengecetan sekolah,” tandas Iman. (and)

Close