RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kabupaten Bekasi menjadi salahsatu wilayah yang mendapat perhatian dalam upaya mitigasi gempa bumi. Meski tidak berada di pesisir selatan Jawa dan dipastikan aman dari ancaman tsunami, daerah ini berpotensi mengalami guncangan kuat apabila terjadi gempa megathrust di selatan Pulau Jawa.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan dampak gempa megathrust di Kabupaten Bekasi diperkirakan berupa guncangan dengan intensitas enam hingga tujuh Modified Mercalli Intensity (MMI).
“Kabupaten Bekasi hanya akan merasakan getaran ataupun goncangannya. Dan goncangan itu bisa mungkin mencapai 6 sampai tujuh MMI,” kata Teguh dalam acara program Sekolah Lapang Gempa Bumi di Babelan, pekan kemarin.
Menurut Teguh, Jawa Barat memiliki dua sumber utama gempa, yakni zona subduksi atau megathrust di selatan Pulau Jawa dan sesar-sesar aktif di daratan. Berdasarkan skenario kebencanaan BMKG, zona megathrust di selatan Jawa Barat berpotensi memicu gempa berkekuatan magnitudo delapan hingga sembilan.
“Kalau terjadinya gempa sampai sekarang belum bisa kita prediksi. Namun kita bisa melihat skenario megathrust itu berpotensi dengan magnitudo delapan sampai sembilan dengan kekuatan maksimalnya,” katanya. (ris)











