Metropolis

2.160 Guru SMK Bisa Ikut Pelatihan

ILUSTRASI: Guru SMK salah satu sekolah di Kabupaten Bekasi mengajarkan muridnya saat praktik pengenalan mesin dinamo starter. Kemendikbud membuka kesempatan bagi 2.160 guru SMK untuk mengikuti program Up-skilling dan Re-skilling. Foto: Ariesant/Radar Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan bagi 2.160 guru SMK untuk mengikuti program Up-skilling dan Re-skilling.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengungkapkan, dengan perkembangan teknologi di industri yang cepat, SMK harus mampu beradaptasi dengan pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual dengan industri. Salah satunya, dilakukan melalui skema pembelajaran project by learning atau bring industry to school.

“Meski pembelajaran SMK tetap 60 persen mengedepankan praktik, tetapi seluruh mata pelajaran baik praktik maupun teori dikontekstualisasi dengan kondisi real di industri,” kata Dirjen Wikan pada Webinar Peluncuran Program Up-skilling dan Re-skilling Guru Kejuruan SMK dan Bantuan Pemerintah Bidang Kemitraan dan Penyelarasan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), sebagaimana diberitakan JPNN.com (Grup Radar Bekasi).

Guru SMK, lanjutnya, tidak hanya mengajar, tetapi juga sebagai mentor, fasilitator, motivator, dan pelatih yang dapat mengubah nobody menjadi seorang superstar. Juga harus mampu membangkitkan anak menjadi kompeten setelah lulus SMK, baik secara prestasi, leadership, ability, dan kemampuan komunikasi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program Up-skilling dan Re-skilling Guru Kejuruan SMK didasarkan pada pemetaan empat bidang cluster center of excellence (CoE) SMK.

Meliputi bidang manufaktur dan konstruksi, ekonomi kreatif, hospitality, dan care service. Pemilihan CoE tersebut telah mempertimbangkan tren perkembangan industri dan kapasitas penyerapan tenaga kerja.

Secara total, terdapat 21 kompetensi keahlian di SMK yang masuk dalam kriteria program ini. Program Up-skilling dan Re-skilling Guru Kejuruan SMK akan dilakukan secara online learning dan blended learning sesuai dengan kompetensi dan keterampilan kejuruan yang akan dicapai guru.

Pelatihan selama 2-4 bulan ini terbuka bagi guru SMK yang memiliki usia di bawah 50 tahun dan memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Sementara untuk informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dapat diakses melalui laman Kemendikbud.

“Up-skilling dan Re-skilling Guru Kejuruan SMK merupakan program yang sangat signifikan untuk mendukung pernikahan massal dengan dunia industri. Kami sedang merancang kurikulum SMK yang baru, yakni lebih simpel dan match karena disusun bersama industri. Kurikulum ini mencakup pemenuhan kompetensi hard skill dan soft skill secara seimbang,” tutur Dirjen Wikan. (oke/jpnn)

Close