Metropolis

Angka Penularan Diklaim Menurun

Illustrasi : Sejumlah pekerja mengenakan masker menunggu jam buka pusat perbelanjaan Sentra Grosir Cikarang (SGC) Kabupaten Bekasi, Senin (29/6). Kapolri Jenderal Idham Azis mencabut maklumat larangan berkumpul guna mendukung pemerintah dalam penerapan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). ARIESANT/RADAR BEKAS

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mencatat, saat ini ada delapan Rukun Warga (RW) yang masih terdapat pasien positif Covid-19. Hal itu terpantau lewat data Dinas Kesehatan serta dibentuknya RW Siaga.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, pada Rabu (8/7), RW zona merah tersebar di delapan kelurahan. Diantaranya, Kaliabang Tengah, Kranji, Durenjaya, Margahayu, Kalibaru, Bojongmenteng, Bojongrawalumbu, dan Jatirasa.

Namun, pihaknya mengaku dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemkot Bekasi saat ini, penanganan Covid-19 bisa maksimal.Bahkan angka penularan diklaim menurun.

“Intinya, untuk jumlah kasus positif yang ada saat ini kita tak khawatir karena seperti yang disampaikan tim LO dari BNPB, mereka bilang kita sudah memiliki infrastruktur dan rumah sakit cukup untuk merawat pasien Covid-19. Selain itu, angka kesembuhan kita juga 100 persen, dan kematian 0 persen,” ujar Rahmat Effendi ketika ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Rabu (8/7).

“Dan untuk saat ini angka penularan di Kota Bekasi itu sudah di bawah satu, atau sekitar 0,51. Dengan kondisi ini bisa dikatakan kalau Kota Bekasi itu telah masuk zona hijau,” sambung pria yang akrab disapa Bang Pepen itu.

Dijelaskannya, kasus yang terjadi saat ini merupakan penularan dari warga yang beraktivitas di luar Kota Bekasi. “Dan terkait kasus ini, cenderung kasus transmisi. Misalnya, di rumah itu ada yang baru pulang dari luar daerah atau bekerja, tertular anak atau anggota keluarganya. Dan itu selalu demikian,” jelasnya.

Pepen menambahkan, penularan saat ini kecil terjadi hal itu kata dia dibuktikan dengan 100 persen angka kesembuhan, dan 0 persen angka kematian. ”Artinya, zona merah betul ada tapi karena reproduksi lemah itu tidak mengganggu. Yang ketiga kuncinya, kapasitas ruang rumah sakitnya kita sangat cukup, ada 117 dan saya gak usah sebutin rumah sakit swasta,” tandasnya.

Diketahui, dari data corona.bekasikota.go.id, hingga Rabu (8/7), kasus terkonfirmasi positif sebanyak 16 orang. (mhf)

Related Articles

Back to top button