Bekasi

Di Bekasi Masih Gratis

RAPID TEST : Petugas medis mengambil sample darah saat rapid test gratis di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, belum lama ini. Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi masing menggratiskan rapid test untuk warga. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi memastikan hingga saat ini masih memberikan layanan rapid test gratis untuk warga. Demikian ditegaskan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Dia mengaku, pemerintah Kota Bekasi menanggung biaya rapid test.

“Untuk memberikan tarif bagi warga terkait rapid test belum terpikirkan oleh kami meminta atau keluarkan kebijakan untuk menarik kondisi masyarakat yangg terpapar, kami masih melakukan dengan pembiayaan melalui APBD, maupun bantuan pihak lain yang tentunya dengan ketentuan normal dan sah,” jelas Wali Kota.

“Jadi, Artinya kita masih gratis dan belum terpikir untuk membebani masyarakat terkait pemeriksaan rapid test,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Pepen ini menghimbau, jika ada warga membutuhkan rapid test bisa menghubungi tim medis Dinas Kesehatan, Puskesmas, atau fasilitas kesehatan yang telah ditentukan dalam penanganan Covid 19.

“Kecuali, jika setelah terdapat atau diduga ada warga masyarakat yang sudah kondisinya itu membutuhkan fasilitas kesehatan lebih lanjut. Misalnya, demam sudah dua hari dan itu juga kasih alternatif, kita punya RS tipe D di Pondok gede, Jatisampurna dan Bantargebang. Puskesmas pun kemarin saat lagi dalam kondisi tinggi-tingginya juga sampai sekarang kita memberikan kepada RS swasta alat tersebut,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengakui, pihaknya sudah menyalurkan alat rapid test ke seluruh rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta, serta Puskesmas di Kota Bekasi. Hal ini, untuk memfasilitasi masyarakat agar bisa mengurangi bebannya untuk memeriksakan dirinya dari bahaya Covid-19.

“Yang jelas, kita sendiri sampai saat ini masih memberlakukan rapid test secara gratis untuk masyarakat dan alat itu juga kita salurkan ke semua RS yang menangani pasien Covid-19, baik ODP, PDP, dan positif. Jadi, belum ada gambaran seperti apa untuk menyesuaikannya,” kata Tanti di GOR Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.

Diakui Tanti, terkait biaya pembelian rapid test itu dari data belanja Dinkes harga satuan, sebesar Rp 198 ribu dengan jenis tipe IgG/IgM. Artinya, diatas batas tarif dari Kemenkes.”Terkait alat rapid yang kita pakai itu sesuai sertifikasi yang jelas dan memiliki keakurasian diatas 70%. Biasanya, produk yang kita beli juga merupakan hasil produk asli dan memiliki sertifikasi ini pabrik yang jelas dan telah disurvey. Jadi, bisa dipastikan barangnya asli. Kita pun mengikuti standarisasi yang telah direkomendasikan oleh WHO, BNPD, dan Pantologi klinik,” paparnya.(mhf)

Related Articles

Back to top button