BekasiMetropolis

Penjualan Seragam Sekolah Lesu

PILIH PAKAIAN: Orang tua ketika memilih seragam sekolah untuk anaknya di Pasar Baru Bekasi, Selasa (14/7). Permintaan seragam sekolah di musim ajaran baru 2020/2021 lesu akibat pandemi Covid-19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penjualan seragam sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021 ini mengalami penurunan signifikan hingga 70 persen akibat pandemi Covid-19.

Ditambah lagi, selama pandemi, siswa melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari rumah, sementara orang tua atau wali murid juga banyak yang pendapatannya menurun.

“Wah jauh, mungkin sekitar 70 persen ada (penurunan pembeli dibandingkan tahun lalu),” ungkap salah satu pedagang seragam di Pasar Baru, Bekasi Timur, Feri Ferdiansyah (37), Selasa (14/7).

Diakuinya, pembeli yang datang bisa dihitung jari, berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan Radar Bekasi, dua kios penjual seragam sekolah nampak sepi pengunjung. Pada salah satu kios hanya ada satu pembeli yang tengah memilih seragam untuk putrinya yang baru saja masuk sekolah dasar.

Alika Tawarina Boru Sitepu (6) terlihat sumringah memilih ukuran baju yang akan ia kenakan nanti, meskipun kegiatan KBM masih dilaksanakan menggunakan sistem daring.

“Tetap dirumah tapi setiap video call harus tatap muka dengan guru, harus menggunakan seragam,” ungkap sang ayah, Ngurupi Sitepu (40).

Menurutnya, pelaksanaan KBM daring ini sedikit menguntungkan lantaran ia tidak harus terburu-buru membeli pakaian seragam dan kebutuhan sekolah lainnya di tengah kondisi yang cukup sulit akibat pandemi Covid-19.

“Setiap hari seragamnya diinfokan, hari ini hitam putih, nanti (hari berikutnya) pakaian apa,” jelasnya.

Penurunan penjualan juga dirasakan pedagang alat tulis di Jalan R. A. Kartini. Akibat adanya kebijakan belajar dari rumah akibat pandemic Covid-19 hingga saat ini, omset pun menurun drastis.

”Pasti ya terdampak banget ke jumlah penjualan, karena sekolah masih harus belajar dari rumah jadi sedikit orang tua yang datang untuk membeli alat tulis sekolah anaknya,” ungkap karyawan toko alat tulis Penamas Sakti, Jaka, kepada Radar Bekasi.

Kondisi ini juga dinilai mempengaruhi stok barang yang ada di toko, karena pasokan dan penjualan barang tidak seimbang. (sur/mg1)

Close