Berita UtamaPendidikan

Praktikum SMK Tak Maksimal

Praktikum
ILUSTRASI: Guru SMKN 5 Kota Bekasi melakukan praktik pembuatan hand sanitizer di laboratorium kimi, belum lama ini. Praktikum SMK tak maksimal dilaksanakan oleh siswa selama pandemi Covid-19.Dewi Wardah Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Praktikum SMK tak maksimal dilaksanakan oleh siswa selama pandemi Covid-19. Pasalnya, kegiatan belajar mengajar dilakukan jarak jauh secara daring dari rumah.

Ketua Program Multimedia SMK BPS&K 2 Kota Bekasi Widi Antono mengatakan, pandemi menghambat pelaksanaan praktik di sekolah tempatnya mengajar. Menurutnya, selama hampir berjalan lima bulan pembelajaran jarak jauh secara daring dari rumah, peserta didik hanya belajar teori.

“Memang tidak ada praktik, kita hanya menyampaikan teori-teori saja. Biasanya dalam 1 minggu kita pasti ada kegiatan praktik, entah mendesain atau lainnya sesuai dengan jurusan yang siswa ambil,” ujar Widi kepada Radar Bekasi, Rabu (22/7).

Tidak adanya praktik, diakui berpengaruh pada kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Apabila hal ini terus terjadi, kompetensi lulusan tak dipungkiri sulit memenuhi tuntutan pasar kerja.

“Besar kecilnya tentu sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa, karena mereka tidak dibimbing secara langsung untuk melaksanakan praktik. Karena jika siswa hanya diberikan teori saja tanpa praktik pasti cara pemahamannya juga berbeda,” tuturnya.

Pihak sekolah saat ini sedang mencari strategi pembelajaran yang baik pada masa pandemi ini. Dengan demikian siswa bisa mengasah kemampuan dari teori yang didapatkan.

“Saat ini kita sedang mencari cara agar sistem pembelajaran, khususnya pelajaran yang menjurus agar bisa dipahami dengan baik,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Program Keahlian Kimia Analisis SMKN 5 Kota Bekasi Ajeng Listyowati menyampaikan, kegiatan pembelajaran jurusan saat ini masih dilaksanakan secara daring.

“Sementara ini penyampaian teori dan praktik masih dilaksanakan secara daring melalui video streaming. Memang beda, tapi sambil menunggu kebijakan selanjutnya kita laksanakan seperti ketentuan yang ada,” ungkapnya.

Kepala Seksi Pengawasan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 3 Awan Suparwan menegaskan, kegiatan praktik belum bisa dilaksanakan secara langsung. Baik melalui standarisasi protokol kesehatan atau tatap muka secara terbatas.

“Belum diizinkan, mau itu dengan protokol kesehatan atau tatap muka secara terbatas. Karena kita mengikuti peraturan SKB 4 Menteri,” tegas Awan.

Ia menambahkan, bahwa siswa SMK memang membutuhkan praktik secara langsung. Oleh sebab itu, sekolah harus membuat inovasi agar pembelajaran teori maupun praktik tetap berjalan efektif. (dew)

Related Articles

Back to top button