Bekasi

Ruang Isolasi Overload

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Meningkatnya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, mempengaruhi kapasitas ruang isolasi. Ya, ruang isolasi yang disiapkan di Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Utara dan Wisma Ki Hajar Dewantara di Cikarang Selatan hampir tak mampu menampung banyaknya pasien.

Juru Bicara Satugas Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah menegaskan ruang isolasi yang disiapkan bakal tak menampung pasien Covid-19 dari klaster perusahaan. “Iya, tempat isolasi sudah penuh,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Senin (31/8).

Dia menambahkan, pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) diminta menjalankan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan penuh oleh satgas penanganan Covid -19 di tingkat kecamatan. Sedangkan, pasien dengan gejala langsung dirawat di rumah sakit yang menjadi rujukan pemerintah Kabupaten Bekasi.

Adapun RS rujukan tersebut yakni RSUD Kabupaten Bekasi, RS Hermina Grand Wisata, RS Sentra Medika, RS Siloam Cikarang, RS Omni Cikarang, RS Mitra Keluarga Cikarang, RS Adam Talib, RS Graha MM2100, RS Cibitung Medika dan RS Annisa.

Sementara itu, kasus virus yang menyerang saluran pernafasan di Kabupaten Bekasi tembus 1.000. Klaster industri atau perusahaan menjadi penyumbang terbanyak. ”Jumlah kasus positif mencapai 1.016 kasus setelah ada penambahan 70 kasus hari ini,” imbuh Alamsyah.

Dia menjelaskan tiga klaster besar industri terbaru masing-masing PT LG Electronic Indonesia, PT Suzuki Indomobil. Kemudian PT Nippon Oilseal Kogyou (NOK) Indonesia hingga saat ini jumlah kasus positifnya sudah mencapai 406 kasus.

“Rinciannya 248 karyawan PT LG Electronic Indonesia setelah bertambah enam kasus, kemudian 70 karyawan PT Suzuki Indomobil usai satu karyawannya sembuh hari ini. Serta 88 karyawan PT NOK Indonesia setelah enam diantaranya dinyatakan sembuh, pabrik manufaktur produksi sparepart mobil (NOK) enam karyawannya sudah sembuh, 82 karyawannya itu yang 68 warga Kabupaten Bekasi terkomfirmasi positif Covid-19,” tukasnya.

Saat ini, kata dia, ketiga perusahaan itu sudah melakukan upaya pencegahan dengan menutup sebagian unit, mengurangi kapasitas produksi, hingga menutup operasional perusahaan. Sementara bagi karyawan terkonfirmasi positif dengan menunjukkan gejala kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Tracking (melacak), tracing (menelusuri), screening (melakukan penapisan), hingga kuratif melalui tes usap terus kita upayakan guna mendeteksi penyebaran virus agar bisa ditekan dan tidak menyebar,” ujarnya.

Dilansir dari laman pikokabsi.bekasikab.go.id pada Senin (31/8) pukul 11.00 WIB tercatat 1.016 kasus positif, 687 di antaranya dinyatakan sembuh, 38 meninggal dunia, 26 dirawat di rumah sakit, dan 265 orang melakukan isolasi mandiri. Dari penambahan kasus positif terjadi secara signifikan selama sepekan terakhir dengan jumlah penambahan sebanyak 400 lebih kasus dari klaster kawasan industri. (dan)

Related Articles

Back to top button