RADARBEKASI.ID, BEKASI – Viral video memperlihatkan sejumlah warga menggotong keranda jenazah menunju pemakaman dengan melewati pematang sawah Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Belakangan diketahui, lokasi pemakaman itu merupakan makam keluarga, bukan tempat pemakaman umum. Letaknya berada di tengah area persawahan, sehingga hanya dapat diakses melalui pematang.
Selama lebih dari 50 tahun, prosesi pemakaman biasanya dilakukan melalui sisi depan yang berjarak sekitar dua petak sawah. Namun, dalam video yang beredar, rombongan melintas dari sisi lain dengan jarak lebih jauh.
Ahli waris makam, Suwandi (50), mengatakan makam keluarga tersebut telah penuh. Makam itu sudah ada sejak ia masih anak-anak, dengan sekitar 50 liang kubur tanpa dokumen resmi.
Ia menjelaskan, peristiwa dalam video terjadi pada Senin (24/4). Pemakaman tetap dilakukan karena kondisi mendesak.
“Sebenarnya itu makam keluarga masyarakat lingkungan sini. Sekarang udah penuh dan gak bisa memakamkan di situ, kemarin juga istilahnya terpaksa,” ungkap Suwandi, Kamis (23/4)
Menurutnya, warga menghadapi kendala saat hendak membuka akses jalan secara mandiri. Pasalnya, lahan sawah yang menjadi jalur terdekat menuju lokasi pemakaman merupakan milik perusahaan.
“Seandainya kita bikin jalan juga harus izin dulu,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ciledug, Iing Solihin, mengatakan lokasi dalam video tersebut merupakan makam keluarga seluas sekitar 600 meter persegi. Selama bertahun-tahun, pemerintah desa telah mengusulkan pembangunan akses jalan, namun terbentur status kepemilikan lahan di sekelilingnya.
“Kita dari tahun ke tahun sudah berupaya karena kebetulan lokasi tersebut adalah tanah daripada PT Bekasi Fajar. Saya dengan ketua RT, RW, dan Kadus selalu bermusyawarah, tapi sampai detik ini belum ada solusinya karena tanah yang melewati makam itu milik perusahaan dan sebagian tanah masyarakat,” jelas Iing.
Ia menambahkan, Desa Ciledug telah memiliki Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Makam dengan akses yang memadai dan masih tersedia.
“TPU umum ada dan kita pelihara. Jalan-jalannya sudah rapi, sudah kita cor supaya mobil ambulans bisa masuk,” pungkasnya. (ris)











