Pendidikan

Satgas Belum Verifikasi Sekolah

SMAN-1-KEDUNGWARINGIN
ILUSTRASI: SMAN 1 Kedungwaringin di Kabupaten Bekasi. Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi sampai dengan saat ini belum melakukan verifikasi terhadap empat sekolah yang direkomendasikan KCD Pendidikan Wilayah III untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas.Ariesant Radar Bekasi

Radarbekasi.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi sampai dengan saat ini belum melakukan verifikasi terhadap empat sekolah yang direkomendasikan oleh Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah menjelaskan, verifikasi belum bisa dilakukan karena tim yang akan dikerahkan masih bertugas melaksanakan pemeriksaan swab masif kepada beberapa pasien yang teridentifikasi Covid-19.

“Kami lagi ngejar pemeriksaan swab masif untuk beberapa karyawan yang teridentifikasi terkena Covid-19,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (1/9).

Diketahui, empat sekolah jenjang SMA/SMK di wilayah kecamatan zona hijau Kabupaten Bekasi telah direkomendasikan KCD Pendidikan Wilayah III ke Satgas Penanganan Covid-19 untuk mendapatkan restu melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Empat sekolah itu yakni SMAN 1 Muaragembong, SMAN 1 Sukawangi, SMK Mekar Murni dan SMK Alam Karya. Alamsyah menyebut, belum ada penambahan jumlah sekolah yang direkomendasikan.

“Masih sama jumlahnya belum bertambah, KCD belum merekomendasikan sekolah lainnya kepada kami,” tuturnya.

Ia menegaskan, tujuh kecamatan zona hijau di Kabupaten Bekasi tidak mengalami perubahan dan berstatus aman dari Covid-19. Yakni Kecamatan Bojongmangu, Kedungwaringin, Tambelang, Sukawangi, Sukakarya, Cabangbungin, dan Muaragembong.

“Masih aman dan tidak ada berubah zona,” tandasnya.

Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Bekasi Nopriandi mengatakan, sekolah masih progres kesiapan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

“Masih progres terus dan tentunya akan berupaya semaksimal mungkin agar kesiapan infrastruktur dan administrasi bisa terpenuhi dengan cepat,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, pendataan siswa yang ingin mengikuti pembelajaran tatap muka secara terbatas sudah selesai. Namun karena tidak semua peserta didik tinggal di zona hijau termasuk bertambahnya kasus Covid-19, pendataan kembali dilakukan oleh satuan pendidikan.

“Kita adakan pendataan ulang bagi siswa yang berada di zona merah atau orange, kemudian kita juga akan perbaharui surat perizinan orangtua yang sebelumnya sudah kami rampungkan,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Back to top button