RADARBEKASI.ID, BEKASI – Volume sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Bekasi pada tahun anggaran 2026 berpotensi dipangkas menyusul kenaikan harga material konstruksi akibat meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM).
Kenaikan harga material seperti semen, besi, dan pasir membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun sebelumnya tidak lagi sepenuhnya sesuai dengan kondisi pasar saat ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan penyesuaian volume pekerjaan menjadi salahsatu opsi yang dipertimbangkan agar pembangunan tetap berjalan meski terjadi lonjakan harga material.
“Dengan harga yang melonjak, otomatis akan ada pengurangan volume pastinya. Misalnya yang sebelumnya di RAB 100 meter bisa jadi 80 meter. Karena semen naik, pasir naik, semua naik. Jadi berpengaruh dengan RAB,” kata Asep, Rabu (17/6).
Asep menegaskan sektor infrastruktur tetap menjadi prioritas pemerintah daerah karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Untuk mengatasi ketidaksesuaian antara anggaran dan kebutuhan di lapangan, ia telah menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan pergeseran anggaran.
“Hari ini pembangunan harus berjalan, tidak bisa stagnan. Tadi saya tekankan untuk adanya pergeseran, karena kita tahu pembangunan sekarang bukan yang terhenti. Karena BBM yang naik, otomatis kan tidak sesuai dengan RAB. Yang penting ada pembangunan,” tambahnya.
Menurut Asep, pengurangan volume proyek berpotensi menimbulkan persoalan administratif apabila tidak diikuti mekanisme penyesuaian yang tepat. Karena itu, ia meminta TAPD menyusun formulasi pergeseran anggaran secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan temuan di kemudian hari.
“Tapi itu juga perlu dipertanggungjawabkan, dengan nanti biar tim TAPD bergerak dengan jajaran, gimana cara memformulasikan agar ini tidak ada temuan. Silakan pendampingan, nanti kita konsultasi ke atas,” tegas Asep.
Pemkab Bekasi menargetkan proses pergeseran anggaran dan revisi RAB rampung dalam waktu dekat. Asep berharap seluruh proyek fisik dapat mulai berjalan pada Juli mendatang.
“Di Juli saya ingin dipercepat, karena jangan stagnan. Tadi kita sudah bicara, tolong cepat lakukan pergeseran. Kita lihat aja,” ujarnya.
“Andai kata misalnya memang tidak setuju dengan RAB-nya, kita lakukan pergeseran. Yang penting, volumenya berkurang gak apa-apa, yang penting pembangunannya berkembang,” pungkasnya. (ris)











