Berita UtamaPendidikan

Ombudsman Selidiki Dugaan Pungutan SPP

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya mengaku tengah meyelidiki laporan orangtua peserta didik terkait dugaan pungutan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMKN 11 Kota Bekasi.

“Surat keterangan tertulis sudah kita berikan dan sudah mendapatkan jawaban, saat ini kita sedang analisa,” ujar Kepala Ombusman Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho, kepada Radar Bekasi, Kamis (24/9).

Penyelidikan dilakukan melalui pemeriksaan terhadap kepala sekolah yang bersangkutan. Teguh belum dapat menyampaikan sanksi yang akan diterima oleh pimpinan satuan pendidikan tersebut.

“Ada 2 sanksi, tergantung hasil pemeriksaannya nanti. Untuk sanksi administrasi bisa berupa penundaan pangkat sampai dengan pemecatan (kepala sekolah). Tergantung kadar kesalahannya” jelasnya.

Selain kepada pihak sekolah, Ombudsman juga akan meminta keterangan sejumlah pihak. Antara lain, komite sekolah dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III.

“Semua akan kita minta keterangannya, termasuk KCD dan komite sekolahnya. Semoga berjalan dengan lancar, agar periksaan dapat dilakukan dengan cepat,” katanya.

Proses penyelidikan diakui Teguh mengalami sedikit kendala karena tak bisa dilakukan langsung. Pasalnya, selama pandemi ini masih diberlakukan kebijakan work from home (WFH) untuk mencegah penularan Covid-19.

“Karena WFH penyelidikan cukup sulit, jika dalam penyelidikan sekolah tidak merespon dengan baik maka kita akan coba turun langsung ke lapangan. Namun dalam hal ini sekolah sudah meresponnya dengan baik,” katanya.

Ombusman menghimbau bagi seluruh satuan pendidikan jenjang SMA dan SMK di Jawa Barat agar tidak lagi melakukan pungutan. Sebab semua pembiayaan pendidikan sudah ditanggung oleh pemerintah.

“Jangan ada lagi pungutan yang dibuat oleh sekolah, kalaupun ada sumbangan, yang mengadakan harus komite. Dengan ketentuan jumlahnya tidak di patok, waktunya tidak ditentukan. Dan tidak boleh mempengaruhi nilai siswa termasuk hak untuk mengikuti proses pendidikan,” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN 11 Kota Bekasi enggan memberikan keterangan. (dew)

Tags
Close