Metropolis

Jumlah Kebakaran Menurun

SEMPROT DISINFEKTAN : Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi menyemprot disinfektan di Plaza Pemkot Bekasi. AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Bekasi mengklaim adanya peningkatan kewaspadaan dini pada masyarakat dalam pencegahan terjadinya kebakaran di wilayah. Hal ini berdasarkan data kebakaran yang terjadi selama tiga tahun kebelakang.

Menurut data yang ada kejadian kebakaran di Kota Bekasi pada 2018 sebanyak 295 kejadian dengan korban jiwa mencapai empat orang dan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp20 miliar rupiah.

Sementara terjadi kenaikan angka kejadian kebakaran di tahun 2019 yang jumlahnya mencapai 314 kejadian dengan korban jiwa dua orang meninggal dunia dan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp38 miliar.

Kepala Disdamkar Kota Bekasi, Aceng Solahudin mengatakan, bahwa pada tahun 2020 (Januari sampai Oktober) tercatat angka kejadian kebakaran sebanyak 176 kejadian, dengan korban luka 120 orang dan meninggal dunia enam orang. Sementara untuk kerugian materiil akibat kebakaran hingga bulan Oktober 2020 tercatat sekitar Rp20 milyar rupiah lebih.

“Tren kejadian kebakaran dari 2019 ke 2020 menurun, faktornya karena adanya kesadaran masyarakat tentang pencegahan kebakaran dan juga sosialisasi yang kita lakukan di kelompok masyarakat dan para pengusaha wilayah Kota Bekasi. Bahkan Dinas Pemadam Kebakaran melakukan sosialisasi pencegahan hingga ke Mall dan Apartemen yang ada di wilayah Kota Bekasi,” kata Aceng sapaan kepada Radar Bekasi, Senin (9/11).

Penambahan sektor di beberapa titik kecamatan yang ada, lanjut Aceng, cukup efektif dalam penanganan kebakaran. Hal ini dapat terlihat dalam ketepatan waktu di lokasi kejadian kebakaran.

Pihaknya saat ini juga sudah mengusulkan agar dilakukan pembangunan sektor baru di Kecamatan Pondokgede.

Aceng menambahkan, terdapat sejumlah tugas yang dilakukan Disnaker Kota Bekasi di samping membantu dalam penyemprotan disinfektan di masa pandemi Covid 19 yang sudah dilakukan di seluruh kelurahan sejak Maret sampai awal November 2020.

Damkar Kota Bekasi juga melakukan pembersihan lumpur pasca banjir Kali Bekasi hampir tiga bulan khususnya di wilayah perumahan yang ada di bantaran Kali Bekasi.

“Kita juga membantu warga dalam penanganan sarang tawon, penanganan binatang buas sampai membantu warga yang tidak bisa melepaskan cincin selama berbulan bulan,” tuturnya.

Pihaknya terus berkomitmen dalam membantu warga masyarakat yang tertimpa bencana selain melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran.

Ia memastikan bahwa penambahan kendaraan pemadam pada 2020 dan rencana di 2021 nantinya akan menambah kecepatan dalam penanganan kebakaran.

“Kita terus berupaya untuk menambah infrastruktur dari mulai selang, armada bahkan melatih para pemadam yang masih junior. Meskipun saat ini masih kekurangan anggaran, namun hal tersebut tidak akan menghambat kinerja,” tutupnya.(pay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × three =

Back to top button