Berita UtamaPendidikan

Jangan Terburu Sekolah Tatap Muka

BELAJAR-TATAP-MUKA
ILUSTRASI : Siswa saat mengikuti KBM tatap muka sebelum pandemi Covid-19. Pemerintah Kota Bekasi diminta tidak terburu-buru membuka kelas sekolah tatap muka. DOK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi diminta tidak terburu-buru untuk membuka kelas sekolah tatap muka. Pasalnya, hingga saat ini  kasus Covid-19 di Kota Bekasi belum berhenti meskipun sudah melandai.

 “Yang saya tahu dari pusat sekolah belum bisa dibuka, apalagi melihat perkembangan zona di wilayah. Kota Bekasi minggu ini kita merah lagi, yang menjadi ketentuan dibukanya sekolah adalah zona kuning dan hijau,” kata  Pengamat pendidikan Kota Bekasi Tengku Imam Kobul Moh Yahya kepada Radar Bekasi .

Menurutnya,  jika pemerintah daerah menyatakan siap maka harus ada bukti yang kongkrit untuk masyarakat. Jangan sampai tanggung jawab tersebut dilimpahkan kembali kepada orangtua peserta didik.

” Saat ini kan belum ada, jangan sampai tanggung jawab ini dilimpahkan kembali ke orangtua siswa, soalnya kemarin pada saat simulasi salah satu syarat administrasinya adalah jika siswa tersebut terkena Covid-19, maka tanggung jawab sepenuhnya ada di orangtua” tuturnya.

Pemerintah menurutnya, harus lebih bersabar dan tidak terburu-buru untuk membuka sekolah tatap muka.”Sepertinya Kota bekasi belum siap.  Kalau melihat dari zonanya, kita masih merah. Jadi jangan teburu-buru lah,” tandasnya.

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Heri Purnomo mengungkapkan, menjadi sebuah kehati-hatian bagi pemerintah untuk memutuskan membuka sekolah tatap muka. ”Siswa SD dan SMP itu sangat rentan jika memang harus dibuka kembali sekolah” jelasnya.

“Simulasi bisa dilakukan lagi, tapi dilakukan untuk perguruan tinggi. Saya rasa mereka lebih siap karena mereka sudah dewasa semua, jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan bagi siswa SD dan SMP,” sambungnya.

Sekedar diketahui, Pemerintah Kota Bekasi bakal kembali menggelar simulasi sekolah tatap muka seiring dengan tren penurunan kasus yang terjadi dalam satu pekan terakhir. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas rencana sekolah tatap muka dengan sejumlah tim. “Ya kita lagi bahas dengan tim. Pembahasan untuk pengaturan segala macam,” terangnya kepada wartawan, Rabu (11/11).

Kota Bekasi sempat mengadakan simulasi sekolah tatap muka di enam sekolah dasar dan sekolah menengah. Tepatnya pada Senin (3/8). Namun, kegiatan itu hanya berjalan selama tiga hari karena dievaluasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Perkembangan kasus yang terjadi di wilayah Kota Bekasi yang saat itu sedang tinggi-tingginya menjadi alasan lain simulasi tak dilanjutkan. Inayatullah mengatakan, apabila tren kasus terus konsisten turun, bukan tidak mungkin jumlah sekolah yang akan simulasi juga bertambah lebih dari enam.”Nambah (sekolah) bisa jadi, makanya kita sedang diskusikan. Teknisnya bagaimana apakah modelnya seperti apa makanya kita sedang bahas,” tandasnya. (dew)

Back to top button