Berita UtamaPendidikan

Disdik Tunggu Surat Balasan Kemendikbud

Soal Rencana Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Dinas Pendidikan
KANTOR DISDIK: Warga melintasi depan kantor Disdik Kota Bekasi di wilayah Margahayu Bekasi Timur. Disdik tengah menunggu surat balasan dari Kemendikbud perihal rencana penyelenggaraan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah secara terbatas pada masa adaptasi kebiasaan baru. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi tengah menunggu surat balasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perihal rencana penyelenggaraan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah secara terbatas pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kota Bekasi Inayatullah menjelaskan, bahwa surat pengajuan rencana penyelenggaraan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah secara terbatas jilid kedua sudah disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 10 November 2020. Menunggu balasan surat tersebut, Disdik melakukan persiapan pelaksanaan simulasi.

“Saat ini kita sedang membahas terkait simulasi pembelajaran secara terbatas di lingkungan Disdik Kota Bekasi,” jelas Inay-begitu akrab disapa- kepada Radar Bekasi, Rabu (18/11).

Simulasi sempat dilaksanakan pada 3-6 Agustus 2020, dari rencana hingga 28 Agustus 2020. Simulasi dilaksanakan di SMPN 2 Kota Bekasi, SMP Victory Plus, SMP Nassa, SDN Pekayon Jaya VI, SDN Jaticempaka VI, dan SD Al Azhar VI. Lebih lanjut, Inay mengungkapkan, rencana simulasi jilid kedua akan berlangsung pada awal tahun depan.

Kadisdik Kota Bekasi, Inayatullah
Kadisdik Kota Bekasi, Inayatullah

“Akan dilaksanakan pada awal semester II, tepatnya pada 11 Januari 2021,”

Untuk membahas kesiapan pelaksanaan rencana simulasi, Disdik akan melakukan rapat dengan sejumlah pihak. Antara lain, kepala SD dan SMP se-Kota Bekasi, Dinas Kesehatan, Dewan Pendidikan, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Kita akan melakukan rapat bersama membahas rencana simulasi pembelajaran secara terbatas,” tuturnya.

Rencana simulasi ini akan dilaksanakan atas permintaaan dari orangtua siswa serta pemerintah daerah. Dalam hal ini, Disdik terus berupaya untuk melakukan yang terbaik dalam proses pembelajaran siswa.

“Kita terus berupaya yang terbaik untuk proses pembelajaran siswa. Semoga saja usulan ini mendapatkan jawaban dari pihak kementerian,” jelasnya.

Rencana simulasi untuk tingkat SD yaitu kelas 4,5,6. Sedangkan tingkat SMP yaitu kelas 7,8, dan 9. “Dengan jumlah maksimal siswa di dalam kelas sebanyak 10 orang,” jelasnya.

Inay belum dapat memastikan data sekolah yang akan mengikuti simulasi. Namun untuk jumlahnya, direncanakan 10 SMP negeri, 5 SMP swasta dan 5 SD negeri serta 5 SD swasta.

“Ini baru rencana, kita akan lihat mana sekolah yang benar-benar siap. Kita akan melakukan simulasi kepada sekolah yang benar-benar siap infrastruktur, tenaga pendidik dan juga siswanya,” pungkasnya. (dew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × four =

Back to top button