Berita UtamaOlahraga

Atlit Sambo Kota Bekasi Borong Medali

SAMBO
PIMPIN PERTANDINGAN: Wasit Sambo asal Kota Bekasi, Ardianto saat memimpin pertandingan Kejurda Sambo se-Jawa Barat, di Padepokan Judo Taruna Karawang, Karawang Timur, Jawa Barat, Sabtu (21/11). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Berkat kesabaran pengurus dan kegigihan pelatih dalam memberi pelatihan kepada para atlet Cabang Olah Raga (Cabor) Sambo Kota Bekasi, sepuluh medali berhasil dibawa pulang dari ajang Kejuraan Daerah (Kejurda) dan pelatihan wasit Sambo se-Jawa Barat yang berlangsung di  Padepokan Judo Taruna Karawang, Karawang Timur, Jawa Barat, Sabtu (21/11).

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Sambo Kota Bekasi, Bambang Hariyanto mengakui, dalam menghadapi Kejurda tersebut, pihaknya terus memantau persiapan atlet untuk meraih perstasi dan membawa medali ke Kota Bekasi.

 “Menjelang Kejurda Sambo se-Jawa Barat 2020 itu, kami terus mengasah kemampuan para atlet, sehingga pada saat pertandingan, membuahkan hasil yang maksimal meraih medali untuk mengharumkan nama Kota Bekasi, ujar Bambang, kepada Radar Bekasi, kemarin.

Pria yang akrab disapa Tolet ini menambahkan, dengan raihan medali tersebut, dirinya tidak serta merta langsung berpuas diri, karena masih ada pertandingan-pertandingan lain yang harus dihadapi.

SAMBO
FOTO BERSAMA: Para pengurus dan atlet Sambo Kota Bekasi, foto bersama usai mengikuti Kejurda Sambo se- Jawa Barat, di Padepokan Judo Taruna Karawang, Karawang Timur, Jawa Barat, Sabtu (21/11). IST/RADAR BEKASI

“Maka dari itu, kami akan terus mengasah kemampuan para atlet, sehingga ketika ada kejuaraan Cabor Sambo di tingkat daerah maupun nasional, hingga internasional, atlet yang akan dikirim sudah matang dan siap untuk bertarung dalam meraih prestasi gemilang,” beber Tolet.

Sementara itu, salah satu atlet Cabor Sambo Kota Bekasi yang berhasi meraih medali Emas kategori Combat men 62 kg, Rizky Fajar Ihsan mengakui, saat mengetahui akan adanya Kejurda Sambo se-Jawa Barat, dirinya semkin gigih untuk berlatih dan menjaga pola makan, serta menjaga stamina agar tetap vit saat bertanding.

“Saya hanya mempersiapkan diri untuk mengasah kemampuan selama dua minggu jelang Kejurda Sambo se-Jawa Barat tersebut. Karena pemberitahuan-nya juga mendadak,” ucap Rizky.

Sedangkan Ketua Pelaksana Kejurda Sambo se-Jawa Barat, Arnol Silalahi menyampaikan, kegiatan  ini merupakan kompetisi terbuka yang mempertandingkan Cabor Sambo untuk menghadapi Pekan Olah Raga daerah (Porda) Jawa Barat 2022 mendatang.

“Dalam kompetisi ini, kami juga menerapkan protoko; kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Termasuk  menjaga kesehatan masing-masing, agar tetap semangat di masa pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

Lanjut arnol, kompetisi ini bertujuan lebih memperkenalkan martial arts atau seni bel diri kepada masyarakat. Adapun Kejurda Sambo, menjadi agenda jelang dipertandingkan-nya  dua nomor Cabor  ini dalam Porda Jawa Barat untuk pertama kalinya pada 2022.

Terkait akan masuknya Sambo sebagai Cabor di Porda Jabar 2022 mendatang, Arnol berharap, hal ini menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk menambah medali.

Meski demikian, partisipasi para atlet Sambo di Porda Jabar 2022, masih harus menunggu keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat pada awal Desember.

“Kompetisi ini juga sebagai upaya untuk meyakinkan KONI Jabar, bahwa Sambo memiliki peserta yang banyak dengan Pengurus Cabang (Pengcab) yang sudah tersebar di Jawa Barat, bahkan seluruh Indonesia,” tandas Arnol.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi), Kresna Bayu mengapresiasi kompetisi yang mempertandinkan berbagai Cabor, khususnya Sambo.

Menurutnya, Karawang bisa menjadi contoh bagi semua bela diri di Indonesia, untuk saling mendukung alih-alih bukan saling menjatuhkan.

SAMBO
BERI PENGARAHAN: Perwakilan KONI Kota Bekasi dan Pengurus Sambo Kota Bekasi, memberi pengarahan kepada para atlet sebelum berangkat mengikuti Kejurda Sambo se-Jawa Barat, di Camp Dragon, Kota Bekasi, Sabtu (21/11). IST/RADAR BEKASI

“Kolaborasi bersama juga bagus, Karawang itu bisa menjadi contoh bahwa persatuan cabang olahraga bela diri itu penting,” beber Krisna.

Ia menambahkan, setiap bela diri itu tentunya bagus dari prespektif masing-masing pecintanya. Namun bela diri ini akan lebih indah dan lebih baik jika masing-masing dapat melepas egonya dan ada keinginan kumpul bersama. Kolaborasi event bersama seperti ini misalnya, tentu akan menghemat anggaran masing-masing pengcab bela diri.

“Tapi kalau hanya sebuah euforia saja, tapi tidak memaknai isi dari bela diri itu sendiri, ya tidak bagus juga, sebab olahraga itu adalah alat pemersatu bangsa,”  tutup Krisna. (bis/pms)

Related Articles

Back to top button