Pembangunan Belum Merata

Jalan-Rusak
RUSAK PARAH : Pengendara melintasi jalan rusak di Desa Huripjaya Babelan Kabupaten Bekasi, Rabu (18/11). Pembangunan infrastruktur di wilayah utara Kabupaten Bekasi belum merata.ARIESANT/RADAR BEKASI
Jalan-Rusak
RUSAK PARAH : Pengendara melintasi jalan rusak di Desa Huripjaya Babelan Kabupaten Bekasi, Rabu (18/11). Pembangunan infrastruktur di wilayah utara Kabupaten Bekasi belum merata.ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – DPD Perindo Kabupaten Bekasi menilai pembangunan di Kabupaten Bekasi belum merata ke seluruh wilayah. Pasalnya, sampai saat ini pembangunan infrastruktur di wilayah utara Kabupaten Bekasi tertinggal terbukti dengan masih adanya sejumlah jalan rusak.

“Pembangunan infrastruktur di wilayah utara ini masih sangat-sangat kurang,” ujar Ketua DPD Perindo Kabupaten Bekasi, Budiono, kepada Radar Bekasi, Selasa (1/12).


Dirinya sangat menyesalkan kondisi tersebut.  Karena, menurut dia, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar keempat di Indonesia, harusnya pemerataan pembangunan bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Kabupaten Bekasi ini PAD terbesar keempat di Indonesia. Masa sampai sekarang, masih banyak jalan-jalan yang berlubang. Ini harus benar-benar dibenahi,” tuturnya.


Budiono menyatakan, pembangunan  infrastruktur di wilayah utara memang sudah berjalan, akan tetapi masih banyak yang belum tersentuh. Kemudian, kualitas dari infrastruktur yang sudah berjalan sangat buruk, karena tidak bisa bertahan lama.

“Kualitas infrastruktur yang sudah ada, hanya bertahan dua sampai tiga bulan setelah pengerjaan,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu, pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Dapil IV ini meminta, Pemerintah Kabupaten Bekasi selektif memilih pelaksana dalam pengerjaan infrastruktur.

“Minimal ada seleksi yang lebih diperketat, pelaksana yang terpilih memang bidangnya, dan track record – nya jelas, agar kualitas infrastruktur bertahan lama,” ucapnya.

Dirinya menilai, persoalan ini menjadi sesuatu yang penting, agar pelaksanaan pembangunan berjaan baik. “Ketika aspirasi masyarakat direalisasikan, harus sesuai dengan standarisasi,” tandasnya.(pra)