Pemkab Diminta Seriusi Revitalisasi Pasar

KONDISI PASAR: Beginilah kondisi Pasar Induk Cibitung yang semrawut dan tidak terawat, di Kabupaten Bekas, Minggu (27/12). Pemerintah Kabupaten Bekasi, berencana untuk merevitalisasi. ARIESANT/RADAR BEKASI
KONDISI PASAR: Beginilah kondisi Pasar Induk Cibitung yang semrawut dan tidak terawat, di Kabupaten Bekas, Minggu (27/12). Pemerintah Kabupaten Bekasi, berencana untuk merevitalisasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bekasi, Zainudin, mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi agar melakukan evaluasi dalam kaitan revitalisasi Pasar Cikarang.

Hal ini menyusul setelah DPRD Kabupaten Bekasi, melakukan Rapat Paripurna soal pengesahan laporan hasil pembahasan Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, tentang persetujuan perjanjian kerjasama revitalisasi dan sarana penunjang lainnya, serta pengelolaan Pasar Induk Cibitung dalam bentuk Bangun Guna Serah (BGS).


Rencananya, Pemkab Bekasi dan PT Citra Prasasti Konsorindo, akan melakukan persetujuan pemindah tanganan barang milik daerah, berupa bangunan Pasar Induk Cibitung, berikut sarana penunjang melalui proses lelang.

“Kami sangat mendukung adanya revitalisasi Pasar Cibitung. Tapi kalau sekadar sebatas rencana tanpa ada komitmen, itu hanya akan merugikan masyarakat,” beber Zainudin.


Ia mencontohkan, polemik rencana revitalisasi Pasar Cikarang, dan sempat menuai protes melalui aksi demonstrasi, namun hasilnya sampai saat ini, pasar tak kunjung dibangun.

Pria yang akrab disapa Zay ini menyarankan, rencana pembangunan Pasar Cibitung, jangan hanya sebatas angan-angan, tapi tidak kunjung terealisasi.

“Kami berharap, rencana ini jangan hanya untuk kepentingan sekelompok orang, melainkan buat kepentingan masyarakat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno menjelaskan, setelah pihaknya melakukan kajian dan kunjungan ke Pasar Induk Cibitung, ia berpendapat, memang sudah seharusnya pasar tersebut dilakukan revitalisasi.

Sebab pasar yang menjadi pusat grosir penjualan sayuran dan buah terbesar di Kabupaten Bekasi ini, terakhir kali direvitalisasi, pada tahun 1997, dan selesai dibangun dan ditempati kembali pada tahun 1999.

Belum lagi kondisi pasar yang didirikan tahun 1982 ini, kurang memadai, dan sering banjir, mengingat kondisi jalan raya lebih tinggi dari pasar, dan diperparah lagi dengan tersumbatnya saluran air di dalam pasar, karena sudah dipenuhi kabel-kabel PLN, Telkom dan pipa-pipa.

“Dari berbagai persoalan yang ada, hasil kunjungan bersama tim ke Pasar Induk Cibitung, maka kami mendukung rencana yang ada, tetapi setelah dilakukan pembangunan nanti, kami mengingatkan Pemkab Bekasi harus memberikan jaminan dan pengawalan pelaksanaan hak-hak para pedagang lama (excisting) terkait jaminan kepastian untuk dapat berdagang, jaminan harga sesuai Notulensi Berita Acara Kesepakatan, termasuk fasilitas sarana dan prasarana yang harus diberikan oleh Pihak PT Citra Prasasti Konsorindo,” tegas Nyumarno.

Selain itu, kata dia, pihak PT Citra Prasasti Konsorindo juga harus memberikan komitmen tambahan kepada Pemkab Bekasi dengan menghibahkan lahan tanah seluas 1.000 meter persegi, yang diperuntukkan sebagai tempat penampungan sampah sementara, di area Pasar Induk Cibitung.

Termasuk mengurus dan membiayai pengurusan sertifikat Hak Pengelolaan (HPL) satu bidang tanah seluas sekitar 2,3 hektar, termasuk pembiayaan-nya, kemudian HPL tersebut dibukukan atas nama Pemkab Bekasi.

“Pihak ketiga atau perusahaan tersebut, juga harus menghibahkan lima unit dump truck sampah kepada Pemkab Bekasi, menyiapkan konsep dan strategi terkait saluran air serta drainase sekitar Pasar Induk Cibitung. Supaya kedepan, tidak lagi menimbulkan banjir, membangun sarana ibadah di belakang pasar, membangun Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu dengan konsep Zero Waste. Dan penggunaan air juga harus berasal dari PDAM Tirta Bhagasasi,” tandas Nyumarno. (and)